Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Crime Story Tak Tebukti Siram Wajah Novel Baswedan, Miko Dilepas (27)

Tak Tebukti Siram Wajah Novel Baswedan, Miko Dilepas (27)

Surel Cetak PDF
339 readings

Novel Baswedan

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Polisi akhirnya memulangkan Miko Panji Tiryasa, salah satu pria yang sebelumnya diduga sebagai penyerang wajah penyidik KPK, Novel Baswedan dengan menggunakam air keras.

Kabis Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, Miko dipulangkan karena tak terbukti menyiram wajah Novel.

"Sudah kami cek alibi nya. Dan ternyata tidak ada kaitannya. Sudah kami pulangkan Sudah kami cek (miko) sedang berada di luar Jakarta," kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

"Dia kemarin memang sempat potensial untuk kasus penyiraman ini. Setelah kami dalami, ternyata tidak. Yasudah kami pulangkan. Masa kami mau paksa kan seseorang menjadi tersangka," tambah Argo.

Argo melanjutkan, saat kejadian, Miko rupanya tak berada di lokasi kejadian. Apalagi, keponakan salah satu tersangka di KPK ini tak tahu menahu soal alamat rumah Novel.

"Dia tak ada di lokasi, satu. Dia cuma menyampaikan rasa ketidakpuasan karena dia ditekan (Novel Baswedan)," tutur Argo.

Miko sendiri sebelumnya sempat diperiksa penyidik karena diduga sebagai pelaku penyerang wajah Novel. Dia mengaku, karena dipaksa Novel untuk bersaksi palsu, sang paman Muhtar Eppendy dijadikan tersangka hingga keluarganya pecah.

"Jadi karena dia merasa sakit hati karena dia jadi saksi, karena saat kesaksiannya diarahkan, ditekan oleh Novel. Dia kemudian memunculkan di YouTube itu," kata Argo.

"Sehingga kami putuskan dia dipulangkan," tutup Argo.

Polisi sebelumnya menangkap Miko yang juga keponakan Muhtar Eppendy ini terkait dengan teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Penangkapan itu berawal dari viralnya sebuah video yang memperlihatkan Mico berkaitan dengan kasus suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditangani KPK.


Muhtar, sendiri yang merupakan kerabat Akil Mochtar itu pernah dijerat KPK terkait dengan kesaksian palsu dalam sidang Akil. Muhtar divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. KPK kemudian kembali menjerat Muhtar sebagai tersangka kasus suap sengketa pilkada di MK pada Maret 2017.  (han)




Berita Terkait: