Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Event Ketidak Puas Tanggapan Sekda Agusputra Wiranto Laporkan ke DPRD

Ketidak Puas Tanggapan Sekda Agusputra Wiranto Laporkan ke DPRD

Surel Cetak PDF
114 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - KOTABARU, KALSEL: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laut Timur Bersatu menemui Ketua DPRD Kotabaru Hj. Alfisah, Ketua DPRD Kotabaru di antaranya bernama Agusaputra Wiranto, dan Hafizd Halim. Senin 7 Agustus 2017.

Hj. Alfisah menjelaskan, kedatangan LSM itu untuk meminta masukan. Informasi dari mereka (LSM) menyebut bahwa pihak eksekutif belum melaksanakan (stagnan) apa yang sudah di rekomendasikan DPRD (hasil hearing) terhadap permasalahan (gatal-gatal) di Desa Bekambit Asri Pulau Laut Timur.

Intinya rekomendasi DPRD waktu itu adalah DLHD bersama Dinas terkait dan Pihak Perusahaan PT. BSS melaksanakan 'Bina lingkungan'.

Terkait informasi yang di terimanya itu, Hj Alfisah meminta pihak LSM untuk mengkonfirmasi lagi ke pihak eksekutif, apakah benar tidak ada tindak lanjutnya. Hj. Alfisah minta semacam bukti tertulis kalau memang pihak eksekutif tidak menindak lanjuti rekomendasi DPRD itu.
"Kalau stagnan, mari kita bicarakan lagi. Kita rapat, "tandasnya.

Ketika ditemui Media Agusaputra Wiranto, LSM Laut Timur Bangkit mengatakan, "kami menemui ketua DPRD untuk minta hearing karena dalam notulen rapat yang di pimpin Sekda (membicarakan terkait permasalahan di Desa Bekambit Asri). "Notulen rapatnya tidak di tanda tangani Sekda, "Katanya.

Padahal, kata Agus, sebagai pimpinan rapat, Sekda harus tanda tangan dalam hal itu. Kemudian, Agus mengingatkan, hasil rapat, kesepakatan bersama waktu rapat dengar pendapat di DPRD yang di pimpin Wakil Pimpinan DPRD, Muhammad Arif, SH di point lima dinyatakan, sesegera mungkin melakukan 'Bina Lingkungan' dan membentuk Tim yang terdiri dari; DLHD, Dinas terkait dan LSM. " LSM yang di maksud adalah LSM Laut Timur Bersatu, "terangnya.

Ia menceritakan, ketika Sekda keluar ruangannya (belum berembuk dengan pihak LSM), Sekda ada menjawab, 'tidak usah membentuk Tim. Kita lihat aktionnya saja.' Namun sampai saat ini tidak ada aktion Mana, "ujar Agus.

Untuk itu jangan sampai kami melakukan (unjuk rasa) ke kantor Bupati. Sekda masa tidak tahu birokrasi, pimpinan rapat tapi tidak mau tanda tangan. Ada apa?" Seolah-olah kita di putus dalam hal ini. Faktanya tidak ada 'kegiatan' karena tidak ada singkronisasi. Kemana lagi kami mengadu kalau tidak ke DPRD, "ungkapnya.

Terkait permintaan Hj.Alfisah untuk mengkonfirmasi lagi ke pihak eksekutif. Agus mengaku sudah mengkonfirmasi ke Sekda melalaui WA.

Kemudian, Agus membeberkan lagi ada kejadian di lapangan, Ia bersama kawan-kawannya mendapat informasi yang menyebutkan bahwa ada petugas PPL Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan sudah menaburkan furadan ke area persawahan di Desa Bekambit Asri. Kegiatan itu menurut Agus dilakukan tanpa ijin Kepala Desa setempat.

Menanggapi hal itu, Sekda, Said Akhmad, Selasa 8 Agustus 2017 melalui via sms (short message service) menjawab. Isinya demikian , "LSM nya tidak mengerti notulen rapat tanda tangannya daftar hadir bukan tersendiri kaya buat surat dan sudah saya surati pihak perusahan untuk segera normalisasi sungai dan pihak menejernya bilang masih menunggu jawaban pihak manajemen jakarta.

Di lanjutkan Said Akhmad (masih via sms)," yang jelas sudah ada kesepakatan dengan pimpinan perusahan  untuk normalisasi sungai agar kasus gatal-gatalnya hilang dengan airnya dialirkan kesungai agar ada sirkulasi air yang ada di areal persawahan masyarakat."jelasnya.(TIM/MUD)




Berita Terkait: