Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Bunuh / Anirat Polisi Kembali Melakukan Pra Rekonstruksi Penemuan Mayat Terbungkus di Terminal Kampung Rambutan

Polisi Kembali Melakukan Pra Rekonstruksi Penemuan Mayat Terbungkus di Terminal Kampung Rambutan

Surel Cetak PDF
46 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:   Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017) kembali melakukan pra rekonstruksi kasus penemuan mayat yang dibungkus dan dilakban yang dibuang di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Sedikitnya, empat adegan pembuangan mayat dilakukan pelaku.

Dalam prarekontruksi itu, tersangka Badrun Harun (BH), 43 tahun, hanya tertunduk malu ketika tiba di depan toilet terminal tempat ia membuang jasad Imam Maulana (IM), 19 tahun. Sorakan warga yang menonton membuat prarekontruksi yang melakukan empat adegan berjalan tegang.

Kasubdit Jatanras Ditreskrium Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pra rekonstruksi yang dilakukan di terminal Kampung Rambutan merupakan lanjutan di Clean House Loundry Perumahan Grand Cibubur Bekasi, Jawa Barat.

“Totalnya ada 23 adegan yang dilakukan, sementara di terminal ini hanya empat adegan,” katanya, Selasa (21/11/2017).

Dikatakan AKBP Hendy, adegan yang dilakukan Badrun ketika tiba di Terminal Kampung Rambutan pukul 06.00 WIB, Senin (13/11/2017) lalu. Kala itu, sopir taksi online itu diminta pelaku untuk berhenti di area pemberangkatan bus luar kota.

“Berhentinya tepat di samping kamar mandi di lokasi tersebut,” ujarnya. Sesampainya di lokasi, kata AKBP Hendy, selimut berisi mayat itu pun dikeluarkan oleh pelaku dari dalam mobil. Bungkusan berisi mayat itu diletakan di samping kamar mandi.

“Usai meletakan bungkusan, pelaku pergi meninggalkan korban dan kembali menggunakan ojek online,” ungkapnya.

Dari prarekonstruksi yang dilakukan di laundry itu juga diketahui sepasang kekasih sempat melakukan hubungan intim. Ketika sudah selesai pelaku meminta agar korban meninggalkan selingkuhannya berinisial ER.

“Sayangnya, korban tak menuruti perintah pelaku. Sikap korban membuat pelaku naik pitam. Dan akibatnya pertengkaran pun terjadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nuryanto, 31 tahun, sopir taksi online mengaku, tidak mengetahui kalau barang gulungan selimut yang dibawanya itu berisikan mayat. Ketika itu dirinya hanya mendapatkan orderan untuk mengantarkan pelaku ke Terminal Kampung Rambutan.

“Memang bau apek, waktu saya tanya dia (pelaku) juga hanya bilang mau antar paket ke kampung halaman,” ungkapnya.

Pada saat itu, kata Nur, pelaku duduk di kursi depan bersebelahan dengannya dan hanya diam dan melamun seperti orang bingung. Namun dirinya tak merasa curiga sedikit pun, sebab sikap melamun pelaku dinilai hal yang wajar.

“Nggak curiga sama sekali, waktu diajak ngobrol juga cuma bicara seperlunya,” ujar Nuryanto.

Saat berada di Terminal Kampung Rambutan, pelaku meminta diturunkan di area bus pemberangkatan luar kota, tepatnya di samping kamar mandi. Sampainya ditujuan kami berdua mengangkat selimut itu dan meletakan di samping kamar mandi. “Lalu dia (pelaku) membayar upah mengantar Rp53 ribu.

Kemudian saya pun meninggalkan pelaku,” paparnya.(han)




Berita Terkait: