You are here: Home Curanmor Polisi Diminta Ungkap Sindikat Pengelapan Mobil

Polisi Diminta Ungkap Sindikat Pengelapan Mobil

Surel Cetak PDF
104 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:  Sindikat penggelapan mobil di wilayah Ibukota dan sekitarnya masih saja terjadi. Parahnya lagi surat-surat kendaraan dengan mudah ikut dipalsukan. Cristina Hutagalung salah satu korban bahkan mengaku ditawari pembuatan BPKB Palsu dan mobil kijang Innova hanya seharga Rp 100 juta.

Wanita malang ini membeberkan kronologis kasus mobil Avanza merah B 2335 BKU dimana pada tanggal 27 Maret 2017 adek saya Agung Pengasih melakukan over kredit dibawah tangan dengan Yandhika Arisman tanpa sepengetahuan saya di halaman Gereja Pouk Lahai Roi Cijantung Pukul 11.30 - 13.00 WIB.

"Adik saya Agung Pengasih Hutagalung menyerahkan mobil Avanza Merah itu hanya melalui via telepon meminta bapak saya JP. Hutagalung menyerahkan mobil di halaman gereja Pouk Lahai Roi Cijantung bersama saksi teman teman adik saya Yugo dan Bryan," ujar Cristina,  Minggu (18/6/2017).

Cristina menjelaskan keberadaan adiknya waktu itu sedang berlibur di Kupang dalam kondisi sakit dan sebagai kakak kandung waktu itu, ia fokus terhadap kesehatan adiknya.

Kemudian pada tanggal 3 April 2017 adik Cristina kembali dari Kupang dan dijemput di Bandara Halim Perdana Kusuma dengan kondisi yang kurang sehat/ada gangguan saraf.

"Akhirnya kami membawa langsung ke RS Fatmawati karena adik saya Agung didampingi kakaknya Delima yang bekerja sebagai Asisten Apoteker di RS Fatmawati," ungkap Cristina.

Setelah dirawat seminggu di RS Fatmawati, Agung sempat pulang ke rumah, setelah 3 hari di rumah, Senin tanggal 17 April pagi jam 06.00 WIB Agung dibawa lagi ke RS Fatmawati Karena sesak tidak bisa tidur. Akhirnya pukul 11.40 WIB Agung Pengasih meninggal dunia di RS Fatmawati.

"Setelah almarhum Agung dikuburkan, saya baru tanya masalah mobil yang diover kredit dengan temannya Yugo yang juga saksi saat menyerahkan mobil. 14 April 2017 saya sudah melapor ke TAF Depok serta membawa berkas berkas surat Over Kredit dari Saudara Yandhika Arisman. Pihak TAF Depok mengatakan staff Costumer Service (CS) surat over kredit itu tidak berlaku karena tidak dilakukan secara sah di kantor Leasing TAF Depok, papar Cristina.

Atas dasar keterangan dari CS TAF Depok, Cristina melapor ke Polsek Pasar Rebo dengan tuduhan Yandika Arisman sudah melakukan Penggelapan mobil dan Pemalsuan tanda tangan Cristina selaku pemilik sah Mobil Avanza B 2335 BKU. Dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan No. Pol: 232/K/V/2017/PMJ/JAKTIM/SEK.PR

"Setelah Laporan Kepolisian berjalan saya bersama suami Janter Sirait melakukan tindakan mengunjungi alamat Yandika Arisman bersama Saudara Abdul Gani ke daerah sesuai KTP dan F KK RT. 002/003 KP. Babakanwaru Desa Pabuaran Kec. Sukamakmur Bogor 16830 Jawa Barat tanggal 3 Juni 2017," urainya.

OKNUM DIDUGA TERLIBAT

Namun di sana Cristina hanya bertemu istri Yandhika Arisman yang bernama Atikah pada pukul 12.00 WIB disaksikan Ketua RT 002 dan beberapa warga setempat. Pada hari ketiga Yandika Ariswan membuka komunikasi via handphone kepada Abdul Gani adalah rekan Cristina saat minta bantuan untuk mencari alamat Yandika.

"Saat Yandihika bertemu di POM Bensin Citeruep bersama saya sendiri saudara Yandika berkata mobil Avanza B 2335 BKU sudah dilempar ke tentara di Surabaya," ujar Cristina.

Karena Yandika merasa bersalah kepada Cristina maka Yandika sendiri membuat Surat Pernyataan bahwa tindakannya mengambil over kredit mobil Avanza Merah adalah tanggung jawab dirinya sendiri.

Sehingga segala resiko yang ditimbulkan dari Tuntutan Pihak Leasing TAF Pusat PLaza Mega Kuningan Lt. 6.

Dikarenakan mobil Avanza merah dimana Cristina selaku pemilik sah dikejar-kejar Leasing yang ingin meminta pembayaran mobil Avanza merah ini sudah telat 3 Bulan.

Akibatnya mobil pribadi Avanza hitam B 1206 BIA milik Crisina, rekening pembayaran diblokir dan tidak bisa melakukan pembayaran sehingga Cristina ditekan secara tidak langsung oleh Pihak Leasing, Naylendro Staff TAF Pusat yang berkantor di Plaza Mega lt. 6 Kuningan.

"Sampai sekarang Yandika Arisman bebas berkeliaran di daerah Citereup tanpa ada rasa takut terhadap pihak manapun. Saya pribadi mendengar pengakuan Yandika Arisman bahwa dia sudah sering melakukan transaksi over kredit dibawah tangan,  serta puluhan mobil sudah dia jual secara sindikat. Saudara Yandika Arisman mengaku kepada saya bahwa dia anggota dari Laskar Merah Putih  (Ormas) di daerah Citeruep Bogor," bebernya.

Bahkan Yandika bercerita ada Ormas Gempa yang ada di Sukabumi juga melakukan transaksi serupa dan banyak ratusan mobil dari jenis mobil mewah seperti Fortuner,  Welware,  dilakukan transaksi yang serupa.

Cristina menambahkan, Yandika tahu persis aturan dan kontrak leasing sehingga Yandika merasa bebas melakukan modus pengambilan mobil dari iklan online seperti yang dilakukan oleh almarhum adiknya dari situs bukalapak.com.

"Jadi sindikat ini sudah lama dan banyak masyarakat yang dirugikan. Anehnya pihak leasing tidak mampu menghadapi ormas yang sudah diceritakan Yandika Arisman.


Bahkan pihak leasing tidak mau tahu jusru menekan saya untuk menyerahkan mobil Avanza Hitam B 1206 BIA yang mau lunas tanggal 14 Juli 2017. Seolah olah Pihak Leasing meminta ganti rugi dengan melakukan pemblokiran rekening mobil Avanza hitam," pungkasnya. (jak)




Berita Terkait: