You are here: Home Curanmor Waspada, Penjual Pemalsu Mobil Rongsokan Berkedok Mobil Bekas Berkeliaran

Waspada, Penjual Pemalsu Mobil Rongsokan Berkedok Mobil Bekas Berkeliaran

Surel Cetak PDF
35 readings

AKBP Antonius Agus

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Komplotan pemalsuan dan pencurian identitas kendaraan roda empat berhasil dibongkar kepolisian. Tak main-main, kelompok yang bernama kelompok 'Tegal' ini bisa meraup duit hingga miliyaran rupiah selama mereka berkasi.

Menurut Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, total pelaku yang sudah ditangkap berjumlah empat orang.

"Mereka yakni M HFF (38), M UTG (42), PPT (34) dan SGT (38)," kata Antonius di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

Antonius melanjutkan, modus kejahatan yang mereka lakukan yakni awalnya dengan mencuri mobil yang bisa ada yang dipinggir jalan atau yang didalam rumah.

Mereka membentuk kelompok khusus yang bertugas untuk mencuri yang diketuai oleh SGT.

"Pelaku sudah melakukan 216 kali mencuri kendaraan dari tahun 2013 hingga 2017. Beberapa TKP seperti yakni Jelambar, Grogol Petamburan dan Slipi. Dia selalu membawa senjata api," kata Antonius.

Nantinya, mobil hasil curian ini dikirimkan kelompok penadah yang dikomandoi HFF dan  UTG. Mereka memiliki peran masing-masing diantaranya MHFF yang berperan sebagai bagian perbaiki kunci kontak mobil.

Setelah mobil berada ditangan pelaku, GPS langsung dihapus untuk meninggalkan jejak. Sementara, kunci kontak sudah diperbaiki oleh HFF.

"Ada pelaku lain (buron) yang menerima mesin dan nomor rangka dari mobil bekas yang sudah menjadi bangkai (rusak). Lalu dipotong nomor rangkanya dan diganti dengan nomor rangka mobil eks kecelakaan dari asuransi berikut blok mesinnya juga diganti," ucap dia.

Setelah kendaraan hasil curian tersebut diganti dengan nomor rangka dan blok mesin mobil bekas kecelakaan, kendaraan tersebut dijual dengan menggunakan surat resmi dengan harga sesuai pasaran melalui bantuan perantara.

"Ini modus lama. Tentu saja masyarakat sangat dirugikan, lantaran harga mobil yang dibeli justru nomor rangka mesin dan BPKB bekas bangkai mobil rusak,‎" ujar Antonius.

"Apalagi, harganya sekitar Rp 200 juta, namun dia beli rangka mobil Rp 30 juta sehingga untungnya menjadi lebih banyak," tambahnya.

Dia berharap agar masyarakat berhati-hati dalam memilih mobil bekas agar tak menjadi korban penipuan sindikat ini.

"Kami duga mereka bukan hanya satu-satunya kelompok. Ada jaringan lain yang masih kami buru," tutup mantan Kapoldsek Pasar Minggu ini.

Para pelaku yang sudah diciduk sejak bulan Mei ini dijerat dengan pasal 363 KUHP dan 480 KUHP dengan ancaman kurungan diatas tujuh tahun. (jak)







Berita Terkait: