You are here: Home Curanmor Begini Cara Konsumen Tak Beli Mobil Bekas Berangka 'Bangkai'

Begini Cara Konsumen Tak Beli Mobil Bekas Berangka 'Bangkai'

Surel Cetak PDF
114 readings

AKBP Antonius Agus

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:    Beredarnya mobil bekas namun bermesin rangka mobil bangkai tentu saja harus diwaspadai masyarakat.

Menurut Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, salah satu kunci masyarakat agar tak terjebak bisnis pencurian ini yakni dengan meningkatkan ketelitian.

"Jadi saran dari pihak kepolisian kepada masyarakat, calon pembeli pihak konsumen agar teliti mengecek nomor rangka, nomor mesin dari mobil yang akan dibeli," kata Antonius di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

Antonius melanjutkan, sebelum membeli, konsumen harus melihat dibagian bawah rangka mobil, jangan hanya menggeseknya saja.


"Dibuka, karena potongan seperti inilah (sambil menunjukan plat besi nomor rangka mobil)," tuturnya.


Menurut Antonius, dengan potongan seperti ini, calon konsumen bisa tertipu ratusan juta rupiah.

"Karena sebenarnya bisa dilihat di lempengan di rangka kendaraan yang akan dijual," kata dia.

Dia menambahkan, ketika nomor dilihat seperti bekas lasan, jangan dibeli, karena itu adalah nomor rangka bekas dari bangkai mobil.

"Dan tolong laporkan kepada pihak kepolisian untuk kami lakukan penangkapan. Sedangkan nomor mesin itu di bagian bloknya," ucapnya.


"Jadi kepada masyarakat kalau mau beli mobil jangan lupa untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin," tutupnya.

Sebelumnya, komplotan pemalsuan dan pencurian identitas kendaraan roda empat berhasil dibongkar kepolisian. Tak main-main, kelompok yang bernama kelompok 'Tegal' ini bisa meraup duit hingga miliyaran rupiah selama mereka berkasi.

Modus kejahatan yang mereka lakukan yakni awalnya dengan mencuri mobil yang bisa ada yang dipinggir jalan atau yang didalam rumah.


Nantinya, mobil hasil curian ini dikirimkan kelompok penadah yang dikomandoi HFF dan  UTG. Mereka memiliki peran masing-masing diantaranya MHFF yang berperan sebagai bagian perbaiki kunci kontak mobil.

Setelah mobil berada ditangan pelaku, GPS langsung dihapus untuk meninggalkan jejak. Sementara, kunci kontak sudah diperbaiki oleh HFF.


Begitu kendaraan hasil curian tersebut diganti dengan nomor rangka dan blok mesin mobil bekas kecelakaan, kendaraan tersebut dijual dengan menggunakan surat resmi dengan harga sesuai pasaran melalui bantuan perantara. (jak)





Berita Terkait: