Jumat, 15 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Curanmor Waspada, Perampok Mobil Berkedok Pengemudi Ojek Online

Waspada, Perampok Mobil Berkedok Pengemudi Ojek Online

Surel Cetak PDF
239 readings

Rilis Ranmor

PORTALKRIMINAL.COM- JAKARTA:  Modus perampokan terhadap pengendara mobil semakin canggih saja. Salah satu yang teranyar adalah dengan cara kempis ban melalui paku yang dipasangkan di sepatu pelakunya.

Seperti dilakukan kelompok yang digawangi Bento (27) dan Agun (28) ini. Dengan cara seperti itu, mereka mampu beraksi 20 kali kawasan Cempaka Putih, Senen dan Kemayoran ini tanpa tertangkap.

Salah satu korbannya adalah seorang anggota Polri yang kehilangan uang senilai Rp 8 juta dan pistol jenis glock yang dibawa lari pelaku saat mengendarai mobil di kawasan Benyamin Sueb, Kemayoran, akhir Mei lalu.

Menurut Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, pelaku menggunakan sepeda motor dan mengenakan sepatu yang dipasang paku payung. Kemudian, oleh mereka ditempelkannya paku itu di mobil korban hingga akhirnya kempis.

"Nah, saat korban mengganti ban, pelaku Bento dan Agun langsung mengambil barang didalam mobil korban. Sementara, tiga lainnya yang masih buron berpura pura membantu korban," kata Antonius di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/9/2017).

Antonius melanjutkan, pelaku dapat diciduk pada Senin (28/7) dan Selasa (30/8) dikawasan Johar Baru dan Kampung Melayu.

"Dalam penangakapan itu, kami menyita 36 ranjau paku, dua pasang sepatu, senjata api milik korban dan tiga motor yang digunakan untuk melakukan perampokan," katanya.

Selain itu, penyidik juga menyita helm Grab dan jaketnya. Helm itu didapatinya dengan cara membeli di pedagang eceran.

"Pelaku suka menyamar menjadi sebagai ojek online untuk mengelabui korbannya. Padahal dia bukannlah ojek online," kata Antonius.

Dalam melakukan aksinya, mereka memilih korban secara acak. Tak peduli mau itu mobil mewah dan mobil kelas menengah, pasti jadi incaran mereka.

Mirip seperti cara yang dipakai kawanan perampok dan pembunuh Davidson Tantono beberapa waktu lalu.

"Pelaku ini memilih kondisi jalanan yang sepi seperti malam hari. Makanya, pengemudi kalau bisa carilah jalanan yang ramai," kata Antonius yang mengenakan kemeja putih ini.

Sementara itu, salah satu pelaku, Bento mengaku hanya butuh waktu lima menit baginya untuk bisa mengempiskan ban. Biasanya, dia menempelkannya saat berada di lampu merah.

"Saat paku itu saya pasang, ban itu langsung kempis. Ketika kempis, kami langsung pura-pura membantu dan mencuri barangnya," kata Bento yang baru pertama kali masuk penjara ini.

Dia mengaku, sudah mendapatkan untung hingga ratusan juta. Biasanya, barang- barang yang diambil yakni laptop dan tas korban.

"Hasil keuntungannya hanya buat foya-foya saja," tuturnya seraya mengenakan baju tahanan dan penutup wajah ini.

Antonius menyarankan agar masyarakat selalu berhati- hati dan tak mudah percaya dengan bantuan orang lain.

''Karena kelompok ini banyak yang belum tertangkap. Jadi, jika ban tiba-tiba kempis, harus waspada,'' tuturnya .


Akibat perbuatan ini, pelaku dijerat pasal 363 KUHP ayat 3 dan 4 dengan ancaman kurungan  tahun penjara. (np)






Berita Terkait: