You are here: Home Curat / Curas Polda Jatim Ungkap Pabrik Merkuri Palsu

Polda Jatim Ungkap Pabrik Merkuri Palsu

Surel Cetak PDF
118 readings

borgol_oke.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - SURABAYA: Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar adanya pabrik air raksa palsu di daerah Tuban, Senin (2/10). Dalam pengungkapan tersebut diamankan tersangka berinisiaal RS(58) warga Batu Merah Maluku.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan pengungkapan tersebut bermula adanya laporan masyarakat kalau ada pabrik dan gudang untuk produksi serbuk berbahaya sejenis merkuri atau air raksa.

“Langsung kami turunkan Unit II Subdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Jatim untuk lidik dan ternyata benar adanya ada produksi disana,”ungkap mantan Kadiv IT Mabes Polri ini di Polda Jatim,senin (2/10).

Machfud Arifin mengatakan adapun modus tersangka antara lain mendatangkan batu cinnabar seberat 9,7 ton dari Desa Iha Luhu, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku dengan cara membeli dari penambang.

Kemudian, batu cinnabar dikirim dari lokasi penambangan melalui jalur laut dari Pelabuhan Seram menuju Surabaya.Di Surabaya, batu tersebut dikirim ke Tuban untuk dilakukan proses pengolahan atau pembakaran.

Dari situ, batu cinnabar diolah dengan cara dibakar dan dicampur dengan batu gamping dan serbuk besi menghasilkan merkuri atau air raksa. "Setelah selesai merkuri atau air raksa itu dijual yang lebih banyak di daerah tambang emas, seperti di Ambon dan Kalimantan," ujarnya.

Dalam menjalankan operasinya,kata Machfud Arifin, tersangka bermodalkan Rp 600 juta  dan memiliki keuntungan sebesar Rp 1,2 M.”Tersangka mengaku baru dua bulan beraksi. Namun, kami tak percaya itu dan sekarang dalam penyidikan anggota,”jelasnya.

Sementara itu, dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti antara lain 80 dus merkuri hasil olahan. Setiap dus beratnya sekitar 20 kilogram, dan 100 kilogram merkuri di dalam ember yang berat totalnya 1.700 kilogram.

Kemudian 90 tabung digunakan untuk penyulingan, satu unit mesin penggiling batu cinnabar, satu buah timbangan digital, satu proposal, empat karung berisi batu kapur, 13 karung berisi serbu besi, lima bendel karung bekas pembungkus batu cinnabar, 65 karung limbah pembakaran.

Sedangkan untuk pasal yang dijeratkan yaitu pasal Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.
(Die)




Berita Terkait: