Sabtu, 24 Juni 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Gelap / Tipu Komplotan Penjahat Ini Tega Bangat, Keluarga Berduka Pun Ditipu

Komplotan Penjahat Ini Tega Bangat, Keluarga Berduka Pun Ditipu

Surel Cetak PDF
332 readings

Rilis Resmob

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Ada-ada aja modus penipuan di Jakarta. Setelah 'Mama Minta Pulsa', 'Tolong Tranfer Uang', 'Anak Ditangkap Karena Narkoba', 'Anak Alami Kecelakaan', 'Jual Travel Murah' dan sederet kasus penipuan via telepon maupun SMS yang berhasil diringkus pelakunya. Namun kini lebih tragis lagi, penipu memanfaatkan teknologi smarphone mengontak keluarga yang tengah berduka.

Pelakunya, lima pemuda pengangguran mengontak keluarga korban yang tengah dilanda keduaan. Hasilnya kelompok raja tega dari Sidrap Sulawesi Selatan ini meraut puluhan juta rupiah. Akibat keserakahan memanfaatkan orang berduka, kelompok ini berhasil diringkus Subdit III Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Komplotan penipu tersebut yakni MT alias A alias DI (37), ASS alias F (24), BH alias RPR (24), SA alias A (37), dan SAK alias D (45).

"Penangkapan pelaku berdasarkan beberapa laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya di mana komplotan ini selalu memanfaatkan situasi orang sedang terkena musibah," papar
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Didi Sugiyarto didampingi  Kasubdit Resmob AKBP Aris Supriyono  di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/1).

Didi menjelaskan, satu korban adalah TII (67), yang saat itu suaminya meninggal dunia dan jenazah disemayamkan di rumah duka wilayah Jakarta Utara. “Kondisi ini dimanfaatkan oleh komplotan ini dengan mengidentifikasi korban yang ada di media kemudian mencari alamat dan nomer telponnya. Kemudian, komplotan ini menghubungi korban dengan mengaku pimpinan dari pihak rumah duka tempat suami korban disemayamkan,” ungkapnya.

Pelaku kemudian mengirim nomer rekening untuk meminta uang muka untuk biaya persemayaman sebesar Rp 40 juta dan disanggupi oleh korban. Beberapa saat kemudian pelaku kembali meminta Rp 20 juta. “Namun korban mulai curiga sehingga tidak memberi dan langsung menuju rumah duka mencari tahu kebenaran terkait informasi permintaan uang tersebut,” katanya.

Pihak rumah duka menyampaikan tidak pernah meminta sejumlah uang sebagai proses persemayaman. Mengetahui menjadi korban penipuan korban langsung melaporkan ke Kepolisian. Saat menjalankan aksinya, kelima pelaku mempunyai peran masing-masing. MT alias A alias DI sebagai otak pelaku yang memberi perintah dan mengatur peran temannya serta menghubungi korban dengan nama palsu Diki.

ASS alias F alias H sebagai pencari korban dengan melihat berita duka dikoran, BH alias RPR mencari nomor telepon rumah duka dengan menghubungi nomor 108 yang kemudian diberikan kepada ASS. SA alias A mencari nomor telepon korban dengan menghubungi 108, dan SAK alias D menyediakan rekening atas nama Diki Irawan yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan.

Sesuai hasil pengakuan tersangka, mereka telah beraksi dua kali dengan melakukan penipuan yang sama. Dari hasil penipuan Rp 40 juta tersebut mereka bagi rata dan telah habis digunakan untuk foya-foya. “Kalau dilihat dari barang bukti pelaku sudah lama melakukan perbuatan dan tidak cuma sekali beraksi,” pungkasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni puluhan kartu ATM berbagai bank, 7 handphone, 1 carger HP, 5 KTP, 1 NPWP, 1 SIM, 2 modem, 2 potongan koran, 2 kartu perdana dan puluhan buku tabungan dari berbagai BANK.

Empat pelaku yakni MT alias A alias D, ASS alias F alias H, BH alais RPR, SA alias A dikenakan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Sedangkan SAK alias D selaku penampung rekening tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (han)




Berita Terkait: