Minggu, 20 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Gelap / Tipu Diduga Gelapkan Uang, Pengelola PT MIB Akan Dipanggil Polda Metro

Diduga Gelapkan Uang, Pengelola PT MIB Akan Dipanggil Polda Metro

Surel Cetak PDF
382 readings

Kombes Pol Argo

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Pengelola PT MIB yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan investasi bodong akan segera dipanggil penyidik Polda Metro Jaya. Pemanggilan tersebut setelah sejumlah korban melaporkan  Dirut PT MIB ke Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/ 589/ II/ PMJ/ Ditreskrimsus.

"Ya, kami telah menerima laporkan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) beberapa hari lalu. Kami tengah mempelajari laporan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono, menanggapi laporan tersebut, kepada wartawan, Minggu (5/2).

Argo mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil pihak terlaporan dan pelapornya. "Ya segera kita panggil," ujarnya.

Sebelumnya,  sejumlah orang yang menjadi nasabah PT MIB membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan investasi bodong.

"Saya mewakili lima orang korban melaporkan Dirut PT MIB berinisial FS atas dugaan penipuan," kata Sabar kepada wartawan usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Metro Jaya, Jumat, 3 Februari 2017.

Sabar menjelaskan, awalnya para kliennya yang menjadi korban diminta membuat deposito di PT MIB dan dari sejumlah uang yang disetor akan dijanjikan mendapat bunga yang terbilang tinggi.

Namun, setelah batas waktu jatuh tempo yang sudah ditentukan, perusahaan tersebut tidak melunasi janjinya hingga uang nasabah tersebut belum balik modal.

Sebelum melaporkan perkara ini, Sabar mengaku sudah melayangkan somasi sebanyak dua kali sejak dua bulan lalu. Akan tetapi somasi tersebut tak dihiraukan.

"Ini korbannya bukan hanya lima. Kebetulan yang saya tangani ada lima. Yang belum lapor masih banyak," ungkap Sabar.

Sabar menuturkan, dari beberapa kliennya yang menjadi korban, ada yang menginvestasikan hingga mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ada kliennya yang menginvestasikan tunjangan pensiunannya.

"Dengan turunnya gaji pensiunnya dengan harapan bisa untuk menunjang masa depannya dia, akhirnya menginvestasikan uangnya ke sana. Tapi uangnya tidak kembali. Bahkan ada klien saya stroke karena uang Rp2,5 miliarnya tidak balik," jelas Sabar.

Sabar membeberkan, dari lima kliennya tersebut dapat diperkirakan total kerugian mencapai Rp12 hingga Rp13 miliar. Namun, ia memperkirakan jika semua korban melaporkan kerugian ditaksir mencapai Rp100 miliar.

Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, dalam praktik investasi ini ada hal yang aneh, yakni dirinya menyetor ke PT MIB namun yang membuat sebuah koperasi bernama CMS.

"Ini bukan penyertaan modal tapi asli nabung, nabung dikasih bukti deposito," katanya.

Ia pun menuturkan, awalnya dirinya ikut investasi diajak oleh seorang bernama H dan marketing bernama S. Dalam ajakan itu, dirinya dijanjikan dengan bunga yang tinggi.

"Saya sadar setelah jatuh tempo, ada yang setelah dijanjikan bunganya, bunganya pun enggak dikasih. Ada yang belum dikasih bunganya, ada misalnya dikasih bunga tiga kali, baru macet, ada yang bunganya tidak dikasih, ada yang sebagian tidak dikasih juga," katanya.

Dalam laporan dengan nomor polisi LP/ 589/ II/ PMJ/ Ditreskrimsus, Dirut PT MIB bernama FS disangkakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(han)




Berita Terkait: