Kamis, 17 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Gelap / Tipu Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu Bermodus Bilyet Giro Bodong

Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu Bermodus Bilyet Giro Bodong

Surel Cetak PDF
329 readings

Resmob Rilis

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan pihaknya berhasil meringkus tiga tersangka penipuan bermodus Bilyet Giro bodong.

"Kami berhasil menangkap LNT (47), S (53), dan YB (35), komplotan penipuan bermodus bilyet giro," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/2/2017).  

Ia mengatakan ketiga tersangka telah beraksi selama lima bulan terakhir. Ketiga tersangka berhasil menipu sejumlah toko emas dan money changer dengan bilyet giro bodong. Kerugian senilai Rp 500 juta uang tunai dan emas 3 kilogram.

"Tersangka mempunyai bilyet giro atas nama orang lain, kemudian dia buat KTP palsu atas nama orang yang ada di bilyet giro tersebut," jelasnya.

Ketiga tersangka secara bergantian selama beberapa bulan terakhir, berpura-pura ingin membeli valuta asing atau emas dengan nilai fantastis. Kepada pemilik toko, mereka menawarkan pembayaran melalui giro. Mereka memanfaatkan sistem pengecekan bank yang memakan waktu kurang lebih sehari.

"Jadi modus tersangka memanfaatkan sistem transaksi pencairan antarbank, dia mengetahui dengan melakukan transaksi ada jeda waktu satu hari untuk proses pengecekan dari bilyet giro," kata Arsya.

Bank kemudian mencetak slip setor sementara. Slip setor tersebut dijadikan bukti bayar ke toko emas atau money changer yang dituju. Sejumlah toko emas atau money changer yang keburu mempercayai slip setor itu langsung menyerahkan barangnya kepada tersangka. Padahal, giro tersebut kosong atau tidak ada saldo.

"Sudah berkali-kali bukan hanya di Jakarta tapi juga di daerah lainnya terdiri dari lima orang sudah menangkap tiga di antaranya," kata Arsya.

Ketika diamankan, polisi juga menemukan emas 100 gram, cek palsu, satu bundel bukti nota order, slip setoran, tiga buah KTP palsu, dan lima ponsel. Polisi masih memburu dua tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah valuta asing dan emas.

"Mereka akan dikenakan Pasal 378 tentang Penipuan dan atau Pasal 263 tentang Pemalsuan dengan acncaman hukuman hingga empat tahun penjara," jelasnya.(np)







Berita Terkait: