You are here: Home Gelap / Tipu Waspada, Penipuan Modus Santunan Anak Yatim

Waspada, Penipuan Modus Santunan Anak Yatim

Surel Cetak PDF
119 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:   Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono mengimbau masyarakat mewaspadai segala macam bentuk penipuan dengan berbagai modus operandi. Kapolres menyampaikan hal itu setelah berhasil menangkap seorang perempuan bernama Rheni Ilastama alias Fika, 31 tahun, yang melakukan penipuan dengan modus mengajak pengajian dan menyantuni anak yatim di Pademangan, Jakarta Utara.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan waspada. Jangan mudah percaya sama orang baru dikenal apalagi melepas barang-barang berharga yang dimiliki," kata Kapolres di Mapolsek Metro Pademangan, Rabu (30/8/2017).

Fika yang merupakan residivis ditangkap polisi setelah menipu tiga orang ibu-ibu anggota pengajian di ITC Mangga Dua. Ketiga korban adalah Rosidah, 50 tahun, Siti Juwariyah, 50 tahun, dan Kani, 49 tahun.

Penipuan berawal ketika ketiga korban tengah makan di rumah makan mal tersebut. Saat itu, Selasa 15 Agustus, pelaku mendatangi korban kemudian mengajak korban untuk menghadiri acara halal bihalal dan santunan anak yatim. Tersangka pun mengajak korban ke ITC Mangga Dua lantai II (RM Pempek Amin) sekira pukul 11.30 WIB dengan maksud mengambil seragam pengajian dalam rangka halal bihalal dan santunan anak yatim di Ancol.

"Pelaku yang residivis ini bukan menghipnotis, tapi memang cara ajakannya bisa meyakinkan ketiga korban. Setelah ketiga korban terpancing, mereka diajak ke suatu tempat untuk mengambil uang Rp150 ribu untuk transport, seragam serta hadiah menarik itu. Sebelum mendapatkannya, ketiga korban harus ikuti kegiatan sosial itu dulu," jelasnya. ‎

Dilantai 4 Mall tersebut, korban kemudian diminta untuk menyimpan barang berharganya di loker yang sudah disediakan. Korban yang sudah masuk perangkapnya, pun memberikan ponsel, perhiasan dan tas beserta isinya di dalam loker tersebut. Pelaku kemudian mengajak korbannya ke Ancol tempat kegiatan sosial yang dikatakan pelaku.

‎"Sesampainya disana, pelaku berpura-pura melakukan persiapan acara, padahal saat itu tak ada acara santunan justru pergi meninggalkan 3 korbannya," papar Kapolres. ‎

Korban pun merasa aneh lantaran pelaku tak kunjung kembali. Para korban pun akhirnya sepakat untuk kembali ke Mall Mangga Dua mengambil barang-barang yang ditinggalkannya yang saat itu sudah hilang dibawa kabur pelaku.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan ke Polsek Pademangan. Polisi yang mendapat laporan tersebut segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Kepada polisi, pelaku mengaku ‎melakukan penipuan tersebut berdua dengan rekannya yang bernama Lia dan Pelaku hanya mendapat bagian Rp13 juta. Sementara yang menjual semua perhiasan adalah Lia.

"Barang buktinya 2 (dua) lembar kuitansi pembelian mas," kata Kapolres.

Dikatakan Kapolres, pelaku ini merupakan residivis ‎yang pernah diproses hukum pada tahun 2012 di Polres Metro Jakarta Utara dalam perkara yang sama. Atas perbuatannya ‎Rheni dijerat Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman kurungan lima tahun penjara. (gan)





Berita Terkait: