You are here: Home Gelap / Tipu Polda Metro Bekuk Penipu Gunakan Facebook

Polda Metro Bekuk Penipu Gunakan Facebook

Surel Cetak PDF
94 readings

borgol3.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:    Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap sebanyak enam pelaku penipuan dari akun Facebook. Para pelaku tersebut berhasil meraup hingga Rp 80 juta dari hasil penipuan itu. Salah satu korbannya adalah IM, 45 tahun, warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, tersangka tersebut berinisial AG, 41 tahun, DD, 42 tahun, RR, 21 tahun, RB, 21 tahun, LL, 40 tahun, dan SG, 37 tahun, melakukan aksinya justru di balik jeruji Lapas Klas I, Lowok Waru, Malang, Jawa Timur.

"Modus mereka, salah satu pelaku, DD mencari korban via Facebook untuk melihat nama-nama keluarga korban," kata AKBP Hendy di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Lalu profil WhatsApp (WA) DD, menggantinya dengan foto korban yang diambil dari foto profil milik korban.

Kemudian, tersangka DD dan AG beraksi menghubungi korban melalui WA untuk melakukan penipuan. Yaitu atas nama korban. Dimana kedua tersangka secara bergantian mengetik WA ke korban dengan berpura-pura menawarkan barang murah.

"Seperti barang berupa handphone atau berpura-pura meminjam uang dengan alasan ada keluarganya yang sakit," katanya.

Kemudian, korban diminta mentransfer ke rekening bank yang telah diberitahukan korban. Setelah korban transfer ke sejumlah rekening yang ditunjuk pelaku, maka kedua tersangka menyuruh tersangka lainnya untuk mengambil uang tersebut.

"Mereka meminta tersangka lain SG untuk mengambil uang atau dana diduga hasil kejahatan, yaitu LL, RB, RR, selaku pemegang rekening bank itu," kata AKBP Hendy.

Setelah yang diterima dari ketiga tersangka selaku pemegang rekening, maka SG menyerahkan uangnya. Yaitu kepada AG dan DD yang digunakannya untuk kehidupan sehari-hari di dalam lapas.

"Totalnya ada Rp 80 juta yang berhasil mereka dapat. Mereka beraksi sudah empat bulan," kata AKBP Hendy. (nur)







Berita Terkait: