Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Info KalSel Ini Kekaguman Wamenlu Tentang Leadership Pemkab Tanbu

Ini Kekaguman Wamenlu Tentang Leadership Pemkab Tanbu

Surel Cetak PDF
43 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL - BATULICIN, KALSEL:  Wakil Menteri Luar Negeri AM.Fachir mengagumi keterbukaan dan sikap  leadirship yang dimiliki Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu. Meskipun memiliki usia Kabupaten usia yang masih muda namun keinginan untuk maju sangatlah besar.

Menurutnya, hal itu  adalah sebuah modal sekaligus  langkah awal yang paling besar, yakni mau membuka diri  dengan daerah lain maupun  mengasah  wawasan lebih banyak  tanpa kehilangan indentitas.

Salahsatu langkah awal yang  sudah diperbuat daerah ini  untuk tampil ke kancah nasional  cukup mengagumkannya. Mengingat  kain tenun  kerajinan daerah Tanah Bumbu  yang dikenakan Presiden Jokowi pada perayaan Proklamasi kemarin   itu adalah modal  promosi yang luar bisa dimata ratusan juta manusia indonesia.

"Luar Biasa,  sejarah baru bagi indonesia pada perayaan Proklamasi 17 Agustus kemarin Presiden beserta jajarannya mengenakan pakaian adat  dari  berbagai daerah.  Dan merupakan  kebanggaan  tersendiri justru Tenun kerajinan daerah inilah yang menjadi pilihan Presiden," kata Wamenlu saat Malam Ramah Tamah di Hotel Eboni Kamis Malam (23/11).

Dalam mempromosikan hasil kerajinan daerah yang  lebih strategis itu sangatlah  gampang. Wamenlu asli Banjarmasin ini menyarankan agar kerajinan itu di promosikan dengan memanfaatkan orang terkenal dan punya panutan.

Istilah gaulnya  kata Wamenlu, hasil kerajinan itu diperomosikan kepada orang yang punya power lebih banyak.Justru  cara itulah  merupakan iklan maupun promosi yang paling tepat..

"Misalnya  Tenun itu berikan kepada para selebritis  atau pejabat  yang kira kira lebih banyak tampil di depan publik. Dengan cara itu lebih hemat, dari pada kita bayar biaya promosi ratusan juta,  mendingan kita korbankan biaya tak seberapa untuk memberikan cuma cuma kepada mereka,"Jelasnya.

Contoh lain Tambahnya, sekarang ini banyak kain adat daerah  yang di modifikasi tanpa kehilangan motif dasar,  maka orang akan melihat dan tertarik dengan design itu.

"Ketika para publik pigur  menggunakan Tenun yang  di modifikasi itu langsung saja di publikasikan ke Instalgram, maupun berbagai  jejaring sosial lainnya. Sementara kalau kita  mengeluarkan biaya iklan  lebih besar diluar itu  dipastikan  yang  melihatnya pun   relatif  terbatas,"imbuhnya.

Meski demikian,  AM.Fachir mengajak kepada semua pihak agar merubah  pola manual dengan beralih memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang lebih memudahkan promosi  kerajinan daerah.

"Istikah sekarang Jaman Now, semua sudah berubah,  semua serba IT, segala urusan lebih mudah, dengan kecanggihan teknologi segala informasi bisa di peroleh dalam hitungan detik meskipun jauh diberbagai  belahan dunia sana,"terangnya.(ron)




Berita Terkait: