You are here: Home Info KalSel Ini Kekaguman Wamenlu Tentang Leadership Pemkab Tanbu

Ini Kekaguman Wamenlu Tentang Leadership Pemkab Tanbu

Surel Cetak PDF
433 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL - BATULICIN, KALSEL: Wakil Menteri Luar Negeri AM.Fachir mengagumi keterbukaan dan sikap leadirship yang dimiliki Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu. Meskipun memiliki usia Kabupaten usia yang masih muda namun keinginan untuk maju sangatlah besar.

Menurutnya, hal itu adalah sebuah modal sekaligus langkah awal yang paling besar, yakni mau membuka diri dengan daerah lain maupun mengasah wawasan lebih banyak tanpa kehilangan indentitas.

Salahsatu langkah awal yang sudah diperbuat daerah ini untuk tampil ke kancah nasional cukup mengagumkannya. Mengingat kain tenun kerajinan daerah Tanah Bumbu yang dikenakan Presiden Jokowi pada perayaan Proklamasi kemarin itu adalah modal promosi yang luar bisa dimata ratusan juta manusia indonesia.

"Luar Biasa, sejarah baru bagi indonesia pada perayaan Proklamasi 17 Agustus kemarin Presiden beserta jajarannya mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Dan merupakan kebanggaan tersendiri justru Tenun kerajinan daerah inilah yang menjadi pilihan Presiden," kata Wamenlu saat Malam Ramah Tamah di Hotel Eboni Kamis Malam (23/11).

Dalam mempromosikan hasil kerajinan daerah yang lebih strategis itu sangatlah gampang. Wamenlu asli Banjarmasin ini menyarankan agar kerajinan itu di promosikan dengan memanfaatkan orang terkenal dan punya panutan.

Istilah gaulnya kata Wamenlu, hasil kerajinan itu diperomosikan kepada orang yang punya power lebih banyak.Justru cara itulah merupakan iklan maupun promosi yang paling tepat..

"Misalnya Tenun itu berikan kepada para selebritis atau pejabat yang kira kira lebih banyak tampil di depan publik. Dengan cara itu lebih hemat, dari pada kita bayar biaya promosi ratusan juta, mendingan kita korbankan biaya tak seberapa untuk memberikan cuma cuma kepada mereka,"Jelasnya.

Contoh lain Tambahnya, sekarang ini banyak kain adat daerah yang di modifikasi tanpa kehilangan motif dasar, maka orang akan melihat dan tertarik dengan design itu.

"Ketika para publik pigur menggunakan Tenun yang di modifikasi itu langsung saja di publikasikan ke Instalgram, maupun berbagai jejaring sosial lainnya. Sementara kalau kita mengeluarkan biaya iklan lebih besar diluar itu dipastikan yang melihatnya pun relatif terbatas,"imbuhnya.

Meski demikian, AM.Fachir mengajak kepada semua pihak agar merubah pola manual dengan beralih memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang lebih memudahkan promosi kerajinan daerah.

"Istikah sekarang Jaman Now, semua sudah berubah, semua serba IT, segala urusan lebih mudah, dengan kecanggihan teknologi segala informasi bisa di peroleh dalam hitungan detik meskipun jauh diberbagai belahan dunia sana,"terangnya.(ron)




Berita Terkait: