You are here: Home Kriminal Daerah Didik Akui BPN Kotabaru Terbitkan Sertifikat Tanpa Tanpa Warkah

Didik Akui BPN Kotabaru Terbitkan Sertifikat Tanpa Tanpa Warkah

Surel Cetak PDF
1773 readings

 Terbitkan Sertifikat Tanpa Tanpa Warkah

PORTALKRIMINAL.COM - KOTABARU, KALSEL: Perjuangan seorang wanita bernama Wahidah warga Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mencari legalitas tanah warisan sudah hampir 4 tahun tak kunjung mendapatkan kepastian hukum, dikarenakan tanah warisan miliknya tumpang tindih dengan sertifikat orang lain yang lahir di luar kandungan, sehingga membuatnya dan keluarganya tidak bisa lagi bercocok tanam.

Tanah miliknya seluas kurang lebih 5ha yang terletak di Desa Sebelimbingan berupa segel tahun 1978 a.n Murah (alm) No 64/KK-sb/VII-78 merupakan tanah pemberian dari saudari ayahnya, awal mula bersengketa di ketahui nya sejak tahun 2013 dengan sertifikat tahun 1980 milik warga keturunan Tjiu Johny Eko als Utuh Laris dengan 4 sertifikat SHM yaitu no M.187, M.188, M.190, dan salah satunya M.189 a.n Jumalin, menurut pengakuan Wahidah ketika melakukan penggarapan di tahun 2013 dia di datangi mendadak oleh Utuh Laris bersama oknum polisi untuk menghentikan kegiatan serta ingin menyita alat doser yg di sewanya membersihkan lahannya. Pungkasnya

Menurut Pernyataan Boimin Bunaram mantan kepala desa sebelimbingan yg saat ini telah berusia senja umur 85 tahun dirinya tidak pernah menerbitkan segel  selain a.n Murah (Alm) pada objek tanah yang di maksud semenjak dia menjabat 2 periode yaitu dari desember tahun 1966 s.d desember 1980.

beberapa waktu lalu (02/03/2017) Didik Prasetyo ketika masih menjabat Kasi Pengukuran di BPN Kotabaru mengakui bahwa sertifikat milik Utuh Laris yang di terbitkan BPN Kotabaru tidak memiliki Warkah, bahkan pengukuran di lakukan sebanyak 6 kali hanya untuk Mengetahui letak posisi tanah sertifikat yg di beli oleh Utuh Laris, dia juga mengatakan pihaknya menyerahkan kepada Utuh Laris untuk menunjuk dimana lokasi yang di inginkannya.

kepada awak media (07/06) Wahidah juga menunjukkan bukti pengakuan dari Jumalin pemilik sertifikat awal sebelum jatuh ketangan Utuh Laris, bahwa dalam pengakuan Jumalin sertifikat yang bersengketa tersebut dia hanya dipinjam nama, dan tidak mengetahui letak posisi yang sesungguhnya, lanjutnya Jumalin juga mengatakan bukan hanya dia yang dipinjam nama tapi juga saudari saudarinya.

Saya bersama Kuasa Hukum advokat Mukhyar.SH telah memasukkan gugatan ke PTUN Banjarmasin dan telah bersidang, serta akan melaporkan dugaan pemalsuan Sertifikat tersebut. ucap wahidah. (hh/ron/tim)




Berita Terkait: