Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Kriminal Khusus Indag Polda Metro Gerebek Gudang Penimbunan Beras dan Gula

Indag Polda Metro Gerebek Gudang Penimbunan Beras dan Gula

Surel Cetak PDF
313 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran penimbunan beras dan gula di gudang PD Masa Harapan di Jalan Sumur Batu Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin 22 Mei 2017. Dalam melakukan pembongkaran kasus tersebut, polisi menyita 86 ton beras, 18 ton gula kristal rafinasi, dan 19 ton gula kristal putih.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, pemilik barang yang masih lidik tersebut telah mengganti kemasan beras dan gula kualitas buruk untuk dikemas ulang menggunakan merek barang yang lebih berkualitas.

"Pelaku membeli beras merek SJ Karang Sinom kemasan 50 kilogram yang berasal dari Indramayu, kemudian beras tersebut diganti kemasannya menjadi merek Bunga Ramos Setra dan Pandan Wangi Cianjur dengan kemasan 5 kilogram yang seolah beras tersebut berasal dari Cianjur, di mana secara kualitas maupun harga penjualannya di atas beras merek SJ Karang Sinom," kata Wahyu di lokasi, Selasa 23 Mei 2017.

Wahyu menjelaskan, untuk kemasan 18 ton gula Kristal Rafinasi, pelaku memasarkan dengan merek DSI . Sedangkan untuk 19 ton gula kristal putih, pelaku menjual dengan merek GMP dan KTM. Dari kemasan gula tersebut, kata Wahyu, pelaku tidak bisa menunjukan sertifikat SNI sehingga dianggap ilegal.

"Gudang sudah ada sejak 20 tahun lalu, tapi melakukan praktik (ganti kemasan) sejak empat tahun lalu. " pungkas Wahyu.

Dalam kasus ini, polisi masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang diduga merupakan pemilik barang tersebut. Polisi juga sudah memeriksa tiga karyawan gudang dan saat ini masih berstatus saksi.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar pasal 120 ayat 1 jo pasla 53 ayat 1 huruf B UU nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian, pasal 106 jo pasal 24 ayat 1, pasal 107 jo 29 ayat 1 dan pasal 113 jo pasal 57 ayat 2 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pasal 139 jo pasal 84 ayat 1 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. (han)




Berita Terkait: