Sabtu, 24 Juni 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Kriminal Khusus Cyber Crime Mabes Polri Tangkap Admin Penyebar Postingan SARA

Cyber Crime Mabes Polri Tangkap Admin Penyebar Postingan SARA

Surel Cetak PDF
134 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Polisi menangkap admin akun Instagram muslim_cyber1, berinisial HP karena menyebarkan percakapan (chat) palsu antara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dengan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dalam chat palsu yang disebarkan itu berisi tentang percakapan antara Kapolri Tito dengan Argo perihal penanganan kasus dugaan chat mesum yang dituduhkan pada pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab dengan wanita beranama Firza Husein. Bukan hanya itu, HP pun menyebarkan postingan yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

HP diamankan ketika berada di rumahanya, Jalan Damai No 90 RT 09/RW 04 Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa 23 Mei 2017 lalu. Kini, yang bersangkutan telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri.

"Dia diduga sebagai admin akun instagram itu. HP diamankan di Bareskrim," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Kompleks Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (28/5).  Mei 2017.

Dari tangan HP, polisi menyita barang bukti yang berupa 1 unit telepon genggam Xiaomi type note 3, 1 Simcard XL dan 1 Simcard 3 (Three). Hingga kini, HP masih diperiksa secara intensif.

"Instagram ini rutin memposting content bernuansa SARA," katanya.

Akibat perbuatannya itu, HP terancam dikenakan Pasal Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 huruf a ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Undang-undang ITE ancaman hukuman enam tahun. Kemudian Undang-undang penghapusan diskriminasi ras dan etnis ancamanan hukuman paling lama lima tahun," tutur dia menyudahi. (gan)




Berita Terkait: