Jumat, 15 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Kriminal Khusus Cyber Crime Polda Metro Ungkap Modus Video Gay Kids

Cyber Crime Polda Metro Ungkap Modus Video Gay Kids

Surel Cetak PDF
260 readings

Polda Metro Rilis Pornografi Anak

PORTALKRIMINAL.COM - COM - JAKARTA: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar kasus pornografi anak melalui akun media sosial.

Dalam kasus itu, para pelaku memperjualbelikan video pornografi anak laki-laki dengan orang dewasa sesama jenis di media sosial seperti Twitter, Facebook dan blog pribadi. Para pelaku mendapatkan video tabu itu dari sebuah grup pencinta sesama jenis di aplikasi Telegram dan WhatsApp bernama VGK (Video Gay Kids).

"Berangkat dari hasil ungkap teman-teman bersama dengan FBI, kita dapat informasi adanya aplikasi yang menawarkan gambar VGK atau Video Gay Kids. Didalamnya ditampilkan video atau image hubungan seksual laki-laki dewasa dengan anak laki-laki," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di Markas Polda Metro Jaya, Minggu 17 September 2017.

Mendapatkan informasi tersebut, lantas pihaknya segera melakukan pengembangan dan meringkus tiga orang pelaku. Mereka adalah Y (19), H alias Uher (30), dan I (21). Setelah diringkus, pelaku mengaku tiap 30 sampai 50 video syur itu dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Pembayaran bisa dibayar dengan uang atau mentransfer pulsa pada para pelaku. "Mereka berkaitan dengan penjualan video dan image tersebut. Satu di Purworejo, satu di Garut, dan satu di Bogor," kata Adi.

Akun media sosial yang dipakai mereka untuk menawarkan VGK sendiri mempunyai pengikut atau followers yang terbilang banyak, yakni lebih dari seribu orang. Di akun Twitter mereka menjual video itu di akun @NoeHermawan2 dan @febrifebri745 serta @FreeVGK69. Sedangkan di Facebook, akun mereka adalah VGK. Untuk di blog mereka menggunakan blog bernama freevgk.blogspot.co.id.

"Artinya jika ada satu informasi VGK, maka akan tersebar ke seribu orang. Kita masih kejar dan Insyaallah akan kita amankan pelaku lain yang berkaitan," Adi menandaskan.

Atas perbuatannya itu, ketiganya terancam dijerat Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 4 ayat (1) jo pasal 29 dan pasal 4 ayat (2) jo pasal 30 UU No. 44 tahun 2008 tetang Pornografi dan/atau UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.




Berita Terkait: