Sabtu, 19 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Home Penghinaan Terkait Pencemaran Nama Baik Ketua DPR, Baladika Karya Mengadu ke Polda Metro

Terkait Pencemaran Nama Baik Ketua DPR, Baladika Karya Mengadu ke Polda Metro

Surel Cetak PDF
1091 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:  Dewan Pimpinan Pusat Baladika Karya menyambangi Polda Metro Jaya untuk konsultasi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan adanya laporan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Rizman dari HAMAK (Himpunan Masyarakat Anti Korupsi) dan Adnan dari LAKP (Lembaga Advokasi Kebijakan Publik).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Baladika Karya, Nofel Saleh mengatakan, pencemaran nama baik tersebut ditujukan kepada ketua DPR RI, Ade Komarudin dan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, H. Bambang Soesetiyo.

"Kita datang ke sini untuk melaporkan kalau ketua DPR tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita mau melihat tindakan hukumnya. Apa dasar hukumnya sehingga adanya tuduhan gratifikasi tersebut," ujar Nofel kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/2).

Menurut Nofel, pihak tertuduh tidak pernah melakukan praktik gratifikasi seperti yang dilaporkan oleh kedua LSM ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dan saat berdemo di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dia (Bambang Soesetiyo) itu pemilik Jet. Tidak masalah dong kalau dia ajak teman-temannya untuk  jalan bareng. Sama saja kita punya mobil dan jalan bareng sama teman-teman. Kan tidak salah selagi itu mobil kita," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ade Komarudin dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas dugaan gratifikasi menerima fasilitas jet mewah.

Namun Ade menjelaskan bahwa jet yang dipersoalkan itu adalah milik perusahaan Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga anggota tim sukses Ade Komarudin

"Dalam rangkaian Musda Soksi saya selalu ditemani oleh Bamsoet dan teman-teman lain, pokoknya pengurus Soksi. Yang pasti bahwa saya memang pergi dengan beliau-beliau dan disiapkan pesawat oleh Mas Bambang," ujar Ade di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Februari 2016.

Ade mengaku memahami aturan. Sebelum melakukan perjalanan, ia telah menanyakan ke Bamsoet apakah ada aturan yang dilanggarnya. Bamsoet meyakinkan tidak ada yang dilanggar.

"Saya selalu tanya, mas ini melanggar peraturan nggak? 'Nggak. Saya (Bamsoet) kan Komisaris perusahaan ini'. Dan beliau punya saham. Yang penting buat saya tidak melanggar aturan," ujar Ade.

Ade menilai laporan itu adalah manuver dari oknum yang tidak suka jika dia maju sebagai calon ketua umum dalam Munas Golkar mendatang.

"Saya mengimbau, bersaing secara sehat. Insya Allah saya tidak akan melanggar aturan," demikian Ade.(dev)




Berita Terkait: