You are here: Meja Hijau Humas PN Jakarta Pusat Pastikan Kabar Penolakan Banding Jessica Benar

Humas PN Jakarta Pusat Pastikan Kabar Penolakan Banding Jessica Benar

Surel Cetak PDF
449 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:   PN Jakarta Pusat memastikan, kabar penolakan banding kasus kopi sianida dengan terpidana Jessica Kumala Wongso itu benar adanya. Adapun PN Jakarta Pusat sudah menerima berkas putusannya itu.

Humas PN Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan, PN Jakarta Pusat sudah menerika berkas putusan dari Pengadilan Tinggi Jakarta terkait putusan banding yang isinya menolak Jessica untuk dibebaskan dari jeratan hukum yang diterimanya itu.

"Iyah itu benar (banding Jessica ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta), ada poin-poin yang tertulis di putusan itu," ujarnya pada wartawan, Senin (13/3/2017).

Adapun poin yang dimaksud, kata dia, yakni menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum. Lalu, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 777/2016/PN Jakarta Pusat, yang dimohonkan banding tersebut.

"Menetapkan supaya terdakwa berada dalam tahanan dan membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp2000," tuturnya membacakan salinan putusan banding dari Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut.

Adapun putusan banding itu dilakukan oleh Hakim Ketua Erlang Prakoso Wibowo dan Hakim Tinggi Pramodana K.K Atmadja, serta Sri Anggarwati.

Sementara itu, Ayah Mirna Salihin, Dharmawan Salihin menjelaskan, dia pun sejatinya masih belum menerima dengan vonis PN Jakarta Pusat pada Jessica Kumala Wongso yang menghukumnya dengan 20 tahun penjara.

"Jujur saja, kalau dia laki-laki, sudah saya habisin dia, yang penting sakit hati ini terbalas. Untungnya dia perempuan, saya tahan diri saja," terangnya.

Meski kasus ini sudah berjalan setahun, tambah Dharmawan, keluarga Mirna mengaku masih menyimpan perasaan amarah terhadap Jessica. Namun, dia pun tetap menghormati putusan PN Jakarta Pusat tersebut meski perasaannya masih diliputi kekecewaan.

"Pengennya sih dihukum mati. Tapi, yah sudah kami tetap hormati putusan hakim," katanya. (jer)




Berita Terkait: