Kamis, 17 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Meja Hijau Kandas di PT DKI, Jessica Kini Berharap Pembebasan dari MA

Kandas di PT DKI, Jessica Kini Berharap Pembebasan dari MA

Surel Cetak PDF
413 readings

Ilustrasi

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA:   -Setelah bandingnya di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta ditolak, kini terpidana Jessica Kumala Wongso berharap pada Mahkamah Agung agar dia bisa dibebaskan dari segala macam tuduhan terhadapnya dan bisa keluar dari penjara.

Ketua tim penasihat hukum terpidana Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengatakan, dia belum mendapatkan putusan soal bandingnya yang ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, dia sudah mendengar soal banding mereka yang ditolak itu.

"Belum dapat putusannya, tapi dengar-dengar dikuatkan," ujarnya pada wartawan, Senin (13/3/2017).

Namun begitu, kata Otto, sejak awal memang dia tak begitu berharap pada PT DKI Jakarta. Dia pun sudah menyampaikannya pada Jessica saat menjenguknya di tahanan beberapa bulan lalu, untuk tak terlalu berharap bandingnya di PT DKI Jakarta itu bakal dikabulkan.

Saat itu, bebernya, Jessica pun tampak sedih namun dia tetap tegar menghadapi semuanya. Dia pun menyampaikan yang menjadi faktor dan alasannya ke Jessica untuk tidak terlalu berharap pada PT DKI Jakarta.

"Ke depan, kita tentu akan ajukan kasasi ke MA (Mahkamah Agung) karena memang itu satu-satunya harapan," tuturnya.

Otto mengungkapkan, setelah pihaknya mendapatkan putusan resmi soal penolakan banding tersebut dari PT DKI Jakarta, kasasi pun akan diajukan ke MA, lalu dalam waktu dua minggu berikutnya akan memasukan memori kasasi tersebut ke MA.

Sementara itu, kuasa hukum Jessica kainnya Hidayat Bostam menambahkan, dalam waktu dekat ini, tim pengacara Jessica akan mendatangi PT DKI Jakarta untuk mngambil berkas penolakan bandingnya itu. Berkas itu akan diteliti untuk mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan PT DKI Jakarta dalam menolak pembebasan Jessica itu.

"Kita mau tahu poin-poinnya apa saja yang jadi pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi, baru setelah itu akan dijadikan sebagai bahan Kasasi," katanya. (jer)




Berita Terkait: