Rabu, 22 November 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Meja Hijau Hakim Mediator Kaget, Daniel Direktur PT BAAS Miliki Bukti Lebih Bayar Rp 11,7 Miliar di Perusahaan Seng-seng Mitra HINO Group

Hakim Mediator Kaget, Daniel Direktur PT BAAS Miliki Bukti Lebih Bayar Rp 11,7 Miliar di Perusahaan Seng-seng Mitra HINO Group

Surel Cetak PDF
813 readings

Henry Daniel Setya

PORTALKRIMINAL.COM - BANJARMASIN, KALSEL: Hakim Mediator Kaget,  Henry Daniel Setya Direktur PT Berkah Anugerah Abadi Sejahtera (BAAS) PT BAAS Miliki Bukti Lebih Bayar Rp 11,7 Miliar di Perusahaan Seng-seng Mitra HINO Group Banjarmasin.



Sepertinya Principal yang mengajukan Gugatan Wanprestasi terhadap Henry Daniel Setya Direktur PT BAAS bernama Yayan Herdiansyah yang menyatakan dirugikan oleh Tergugat Rp. 7,6 Milliar dan menuntut PT BAAS memberi keuntungan Rp. 10 Milliar ini Makhluk Halus tak beda dengan Saksi Korban Winarman Halim yang melapor mengalami kerugian Rp. 6,5 Milliar.

Sehubungan Apartment Regatta milik Daniel, Winarman alias Seng-Seng Hino yang patut diduga membuat Pemalsuan Surat Jual Beli Apartment yang Ditandangani Daniel 15 Januari 2012 berupa blanko kosong pada tanggal 23 Febuari 2012 diisi oleh Winarman telah dilaporkan Daniel sehubungan 263 KUHP dan Kuasa Hukumnya B Halomoan Sianturi SH telah dilaporkan terkait 242 KUHP.

Sebagaimana Winarman tak pernah hadir di Persidangan, Yayan Direktur PT PEMT sudah 2 x sidang selaku Penggugat juga tidak hadir, menurut Daniel sepengetahuannya Direktur PT PEMT bernama Robertus Bambang yang juga adalah Direktur dealer HiNO Banjarmasin milik Seng-Seng, PT Mitra Profitamas Motor sehingga PT PEMT dan PT MPM satu Holding, alasan Gugatan terkait Perhitungan Hutang Piutang dengan Hendry Daniel Per 8 Agustus 2011 pada tanggal 11/8/11 Tergugat tanda tangan menyetujui sehubungan Hutang ke PT PEMT Rp 17,5 M

Terkait Hutang Tergugat ke PT PEMT ini pada bulan Febuari 2012 telah dilakukan klarifikasi oleh Kuasa Hukum Daniel dari LBPH Kosgoro dimana telah diketahui bersama Daniel selaku Tergugat memiliki Lebih Bayar atas Hutang Per 8 Agustus 2011 Rp. 1,9Milliar sehingga Daniel menolak ketika Winarman memposisikan diri sebagai Pembeli Apartment Regatta miliknya seharga Rp. 6,5Milliar sistem pembayaran ditransfer ke Rekening PT PEMT untuk membayar Hutang Daniel Atau PT BAAS kepada PT PEMT akan tetapi oleh karena sesuai Surat PT PEMT tertanda Robertus Bambang 22 Maret 2012 menyatakan Pencairan Bilyet Giro Winarman ke PT PEMT untuk membayar Apartmen Daniel sehubungan Surat Perjanjian Jual Beli Apartment ditanda tangani mengetahui oleh Robertus Bambang PT PEMT 16/1/12 tentu masih berupa Blanko Kosong oleh sebab B Halomoan Sianturi SH mengambil Copy PPJB Regatta baru tanggal 25/1/12 dan Keterangan Winarman ke Penyidik No 26 Saya tidak ada hubungan dengan PT PEMT seakan dirinya mengalami kerugian atas patut diduga rekayasa hukum dibuat untuk menjerat Daniel  ke tindak pidana

Patut diduga Kriminalisasi menjadikan Daniel Terpidana 378 KUHP sehingga tanpa adanya klarifikasi, pada tanggal 15/8/12 Daniel dijemput paksa dan langsung di BAP Sebagai Tersangka lalu dalam kondisi Berkas Perkara Tidak P-21 atau Petunjuk P-19 Kejati DKI Jakarta belum memenuhi unsur disangkakan Penyidik Unit V Subdit Kamneg Polda Metro Jaya dan Penuntut Umum memaksakan Daniel dilakukan Tahanan Tahap 2 dan disidangkan oleh karena Daniel tidak bersedia memberi Pelapor Rp. 6,5Milliar dan Uang Barganing Rp. 500juta, Daniel telah membuat LP Pemerasan 368 KUHP dan Lapor ke Kabid Propam Polda Metro 19/9/17

Di Sidang PN Banjarmasin pagi ini 31/10/17 Kuasa Hukum Penggugat sdr Syahdan menyinggung soal Daniel tersangkut kasus Pidana dan Perdata atas Laporan Winarman sehubungan Apartment Regatta, Daniel menjelaskan ke Hakim Mediator bpk Sutisna SH sesuai Notulen Rapat 21 Juli 2017 B Halomoan Sianturi SH akan menghubungi PT PEMT untuk mengembalikan Dokumen Sertifikat, AJB dan PPJB Apartment Regatta dan membayarkan Lebih Bayar Daniel di PT PEMT Total Rp. 11,7 Millliar akan tetapi pada tanggal 28 Juli 2017 di HSP Law Firm diwakili oleh sdri Putri bagian Legal PT PEMT, Robby Akhadiat menyerahkan Dokumen dijanjikan tapi terkait Uang Lebih Bayar Rp. 11,7Milliar didalamnya termasuk Pencairan BG Winarman Rp. 6,5Milliar ke PT PEMT tersebut oleh karena tak kunjung dikembalikan maka pada tanggal 28/9/17 Daniel membuat LP atas dugaan Penipuan Penggelapan 378 372 KUHP dengan menjadikan Winarman Halim sebagai Saksi untuk memenjarakan Robertus Bambang Gunawan kompatriotnya di PT Mitra Profitamas Motor

Surat Gugatan Wanprestasi No 85/Pdt.G/2017/PN.Bjm diajukan pada tanggal 9 Oktober 2017 dugaan Daniel sebatas demi terjadi Penundaan Penuntutan Pidana, menurut bpk Jaelani SH Panitera Pembantu Perdata mediasi tidak ada titik temu selanjutnya langsung masuk agenda persidangan hari dan tanggal menunggu keputusan Majelis Hakim akan diberitahukan

Kebenaran pasti terungkap saya mendengar sendiri dari Advokat B Halomoan Sianturi SH, urusan Polisi musti keluar uang, patut diduga saya masuk terali besi karena adanya oknum Polisi terima uang dari Pelapor, semoga majelis hakim mengadili gugatan perdata ini tahu bahwa Daniel punya kawan di KPK, apa yang adalah hak kita pasti kembali ke kita, bila kita benar kenapa musti takut ?, tutup Daniel yang buru-buru ke airport. (han)




Berita Terkait: