You are here: Narkoba Kisah Dibalik Ungkap 1,6 Ton Sabu

Kisah Dibalik Ungkap 1,6 Ton Sabu

Surel Cetak PDF
3246 readings

Tim yang mengungkap

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Berawal dari adanya informasi yang masuk kepada Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan dan Kasubdit 2 Dit Narkoba Polda Metro Jaya mengenai akan adanya Kapal pengangkut Narkoba yang memasuki wilayah Indonesia melalui Perairan Kepulauan Riau yang akan diturunkan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Kemudian diteruskan dengan koordinasi oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya kepada Satgassus Polri dan dibentuk team berdasarkan Surat Perintah Tugas tanggal 5 Januari 2018.


Kemudian dimulailah proses penyelidikan sebagai berikut:
Dilaksanakan Pemetaan terhadap wilayah Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten dalam rangka melakukan pemetaan terhadap garis pantai yang dapat digunakan untuk bongkar sabu dari kapal. Kemudian anggota menetap di Tanjung Lesung dengan Cover sebagai anggota Dinas Kepariwisataan yang sedang melakukan penelitian terhadap pengembangan lokasi wisata di wilayah tersebut. Dalam hal ini terdapat suka dalam rangka penyelidikan di Tanjung Lesung dimana Anggota yang selama ini gatal-gatal bisa sembuh karena mandi di laut, demi tugas anggota harus berenang di seluruh pantai di sebagai cover untuk meneliti pantai serta kasubdit yang tidak pernah memasak jadi bisa memasak. Hal yang paling menarik yaitu kita merayakan hari valentine dengan makan malam bersama yang dipimpin oleh AKBP Doni Alexander.

Pada tanggal 15 Februari 2018 hasil koordinasi team dengan sumber informasi serta koordinasi lintas sektor dengan Bea Cukai serta atas perintah Kasatgassus Polri Team berangkat menuju Batam. Terpilih enam orang sebagai Tim Tindak yang berada di Kapal Bea Cukai yang dipimpin oleh Kompol Indra Wienny Panjiyoga. Kondisi anggota saat itu tidak fit secara penuh, dikarenakan kondisi badan anggota kelelahan setelah melakukan penyelidikan Narkoba jenis Sabu seberat 239,7 Kg serta penyelidikan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Setelah dilaksanakan press release oleh Kapolri di gedung promoter Polda Metro terhadap pengungkapan 239,7 kg maka Dibentuklah Satgas gabungan antara bareskrim polri, satgassus polri dan Polda metro Jaya. Dengan semangat juang yang tinggi anggota melanjutkan penyelidikan dengan melaksanakan Patroli Laut walaupun banyak anggota yang mual hingga muntah dalam patroli laut. Terjadi hal yang menarik ketika Kapal sampai di Pulau Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau seluruh anggota terjun ke laut untuk menikmati indahnya laut anambas, namun di balik keindahan laut anambas banyak anggota yang terluka pada saat berenang, dan luka itu terobati ketika sudah menyantap kerang hasil berenang di Tepian Pantai.

Pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018 team Surveillance Udara yang dipimpin oleh Akbp Audie Latuheru melakukan terbang untuk memantau pergerakan kapal di laut. Pada saat itu ada salah satu anggota yang ikut sebagai tim teropong dan dokumentasi kapal. Dikarenakan anggota team yang ikut di pesawat baru pertama kali naik pesawat latih, anggota ini muntah sebanyak tiga kali dan terekam di Go Pro AKBP Audie Latuheru.

Setelah keluar titik koordinat kapal target pada tanggal 19 September 2018 kasubdit 2 Dit Narkoba Pmj melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk dilakukan pengejaran, salah satu hal yang menarik yaitu dikarenakan speed boat Bea Cukai berkecepatan tinggi sempat menabrak kapal nelayan.

Detik-detik menjelang tertangkapnya Kapal Target, Tim Advance di pimpin Kasubdit 2 Dit narkoba PMJ Akbp Dony Alexander , Sik , MH menunggu kegiatan seluruhnya dari pelabuhan, hal-hal unik yang terjadi yaitu ketika kita mencari sinyal telepon satelit yang mana untuk mendapatkan sinyal harus menjauh dari gedung-gedung maupun sinyal elektromagnetik. Lalu ketika ada beberapa kapal sudah tertangkap radar dengan segera Tim Satgas  gabungan satgassus polri, bareskrim polri dan polda metro jaya menggunakan Speed Boat nomer lambung BC 70005 dan BC 20007 dari Bea Cukai gabungan Pusat, bea cukai tanjung balai karimun dan bea cukai batam yang memiliki kecepatan tinggi mengarah ke lokasi TKP. (np)




Berita Terkait: