Kamis, 17 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Nasional Bupati Kumpulkan Kepala Desa Terkait Pengelolaan Benih Unggul Melalui BUMDES

Bupati Kumpulkan Kepala Desa Terkait Pengelolaan Benih Unggul Melalui BUMDES

Surel Cetak PDF
142 readings

Pengelolaan Benih Unggul

PORTALKRIMINAL.COM - BATULICIN, KALSEL: Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming diberbagai kesempatan terus menggelorakan keistimewaan benih unggul  hasil kerjasama pihak Kabupaten Tanah Bumbu dengan  Doktor ahli pertanian  dari Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Benih yang mampu menghasilkan  panen padi 9 ton dalam 1 hektarnya kembali di paparkan ditengah kepala desa se Kabupaten Tanbu tentang pengelolaan benih unggul melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Orang nomor satu di Bumi Bersujud itu  sengaja mengumpulkan seluruh Kepala Desa dengan tujuan bagaimana benih unggul itu dikelola oleh Bumdes.Namun harus dirapatkan  sebelumnya guna menghindari  tumpang tindih dalam pengelolaan benih  di  masing masing desa.

"Diharapkan  meskipun petani itu terdiri dari berbagai kelompok namun pintu pengambilan benih unggul itu hanya melalui Bumdes masing-masing,"kata Bupati usai penyerahan benih unggul dan Alsintan kepada sejumlah kelompok Tani  di ruang rapat Setda Senin (19/06).

Kedepannya akan dirumuskan  terkait benih yang sudah dibagikan ke desa berdasarkan payung hukum dan standar operasional prosedur (SOP) nya. Menurut Bupati setelah benih dibagikan ke Bumdes maka  Pemerintah Daerah akan membeli hasilnya sesuai dengan standar harga yang ditentukan Pemerintah.

Selain benih padi unggul,  Bupati juga meminta bibit talas maupun jagung untuk tanam  tumpang sari pun perlu adanya pengelolaan pihak Bumdes.

"Tak jauh beda dengan benih unggul, Pemerintah akan  menyerahkan bibit untuk tanam tumpang sari itu  pada desa melalui  Bumdes dan  Pemerintah pun bersedia membeli hasilnya,"jelas Bupati.

Sementara itu, berkumpulnya sejumlah Kepala Desa dihadapan Bupati tak hanya mendapat penyerahan bibit secara simbolis. Namun dalam kesempatan itu Doktor ahli pertanian dari Bantaeg yang turut hadir juga memaparkan teknik pemilahan bibit unggul.(ron)




Berita Terkait: