You are here: Portal Opini Kemacetan dan Faktor-faktor Perlambatan

Kemacetan dan Faktor-faktor Perlambatan

Surel Cetak PDF
1009 readings

Dr. Chryshnanda Dwilaksana

Oleh: Dr. Chryshnanda Dwilaksana *)
Kemacetan arus lalu lintas bisa terjadi di mana saja. Unsur utama kemacetan karena disebabkan adanya perlambatan, sehinga para pengguna jalan mau tidak mau harus mengurangi kecepatan sampai dengan berhenti . Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan di hilir,namun bila di analisa dapat di ketemukan akar masalah dari berbagai hal perlambatan yang menyebabkan kemacetan. Pemetaan pelambatan yang berdampak kemacetan  antara lain :

A. Jalan dan sekitar jalan
1. Rest area, 2. Pom bensin, 3. Rumah makan, 4. Jembatan, 5. Pemukiman/kawasan industri,perkantoran, kwasan bisnis, kawasan ekonomi, terminal, statiun,bandara, pelabuhan 6. Lokasi-lokasi persimpangan, 7. Pasar tumpah, 8. Botle neck, 9. Jalur2 alternatif+ jalur2 pertemuan

B. Kegiatan pengguna jalan
1. Pelanggaran: saling serobot), 2. parkir di badan jalan/istirahat/buang air/ beli sesuatu, menyeberang jalan 3. Kepadatan arus, 4. Kecelakaan, 5. Pk5, pasar tumpah, 6. Acara-acara keagamaan, kegiatan-kegiatan politik,

C. Kendaraan bermotor yang tidak standar operasional ( tahun yang sudah tua, tidak dilengkapi perlengkapan emergency, bajaj, viar, sepada motor), 15.kuantitas+kualitas angkutan umum,

D. sistem-sistem pelayanan publik yang tidak mampu mengatasi permasalahan
Salah satu contoh : Tingkat kecepatan pelayanan + kapasitas gerbang tol, lambatnya response mengatasi masalah

E. Cuaca (hujan, mendung, berkabut, panas terik),

F. Kerusakan infra struktur (jembatan putus, jalan putus traffic light)

G. Bencana alam,

H. Aparat yang tidak profesional sehingga keputusan-keputusanya malah berdampak luas akan terjadinya kemacetan.

I. Tingkat kepadatan arus lalulintas, yang tidak terkendali

Pelambatan-perlambatan ini akan menimbulkan masalah kompleks +bukan msl lalu lintas saja melainkan masalah kemanusiaan. Sebagai contoh kemacetan yang berkepanjangan di jalan toll akan menyebabkan masalah dari untuk mencari air minum, buang air, mengisi bensin, membuang sampah,  kondisi psikologis dsb.

Terlebih lagi  tanpa solusi yang cepat akan menimbulkan emosi+ego masing-masing, dari ditinggal tidur sd ingn cepat-cepat sehinga menjadi masalah baru yang lebih kompleks. Keluar dari kemacetan biasanya akan memaksimalkan kecepatan sehingga dapat berdampak laka dengan korban fatal. Kemacetan di jalan tol yang lama dan berkepanjangan akan lebh susah dibanding kemacetan di luar jalur tol.

Perlambatan semestinya bisa diprediksi dan diminimalisir dari point-point di atas . Terutama pada jalan toll standar arus lalu lintas bisa berjalannormal sampai dengan maksimal tingkat kepadatanya berapa.

1. Dihitung dari arus masuk, jarak tempuh, tingkat kecepatan pelayanan digerbang tol, dan arus keluar dari jalan tol. Tatkala sudah melampaui batas maksimal maka wajib dialihkan arus agar tidak menjd kemacetan berkepanjangan di dalam jalan tol.

2. Faktor-faktor perlambatan di jalan tol dr faktor jalanya rest area, pintu keluar masuk, persimpangan, atau lajur2 keluar yg semakin menciut (botle neck). Jalan keluaran tol yang tidak semuanya langsg bisa mencair namun msh ada hambatan-hambatan fisik sampai dengan sistem-sistem perambuan, traffic light,

3. Pengalihan arus untuk mengurangi tingkat kepadatan +mengatasi kemacetan berkepanjangan, berdasarkan data arus yang masuk+keluar dan berapa lama pengalihan arus sehingga kondisi data+fakta di lapangan akan menentukan lama + lokasi pengalihan arus.

Untuk mengatasi kemacetan adalah mensinergikan antar pemangku kepentingan. Tatkala sistem-sistem belum secara modern dan mengandalkan +mengutamakan manual parsial serta manual.

Di era digital Perlu penananan kemacetan ditangani scr sinergis/ terpadu. Cara pengoperasionalan sinergitas dengan memberdayakan back office + berbagai aplikasi + network untuk mengelaborasi dari sistem elektronik sampai solusi lapangan sehingga dapat dicapai quick response time. (Pamen Pangkat Komisaris Besar Polisi, Kabidbin Gakkum Korlantas Polri *)




Berita Terkait: