Sabtu, 16 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Portal Opini Kami Merubah Kami Dipindah

Kami Merubah Kami Dipindah

Surel Cetak PDF
858 readings

Dr. Chryshnanda Dwilaksana

Oleh: Dr. Chryshnanda Dwilaksana *)
Ada sesuatu yang menggelitik buat kita renungkan di antara gembar gembor teriakan reformasi birokrasi, mari berubah, perubahan mind set, yaitu ungkapan : " kami merubah kami dipindah". Apakah ini suatu ketakutan, kepura-puraan atau kejujuran? Ini suara hati yang jujur yang merefleksikan betapa kekuatan, kekuasaan bisa mematikan hidup+kehidupan di dalam birokrasi.

Nilai-nilai yang dianut masih pada jabatan basah + kering, kekuasaan, previlage dan banyak hal yang jauh dari pelayanan kepada publik dalam mewujudkan keadilan sosial. Ketakutan dan kecintaan pada jabatan menjadi sesuatu yang membuat tidak lagi mengutamakan profesionalisme. Menyenangkan pimpinan dengan berbagai pendekatan personal, bahkan ilegalpun rela dilakukan.

Birokrasi patrimonial mengagungkan kekuasaan tak jarang membuat ketakutan bahkan terbelenggunya pikiran-pikiran kaum bawahan. Siapa berani langsung dieksekusi, dijudge tidak loyal, membangkang, tidak bisa diatur, kaku, ekstrim dan banyak tudingan lainya. Tak jarang primordialpun digunakan untuk menjatuhkan.

Legitimasi dalam membunuh karakter yang mudah dan biaya murah adalah dengan hal-hal yang berbau sara. Isu-isu kebencian ditabur memprovokasi untuk membakar rasionalitas banyak orang. Cara pandang sempit, diskriminatif menjadi sesuatu yang lumrah dan menjadi core dari premanisme.

Reformsi setengah hati menjadikan birokrasi mau mati. Kepura-puraan yang terus ditumbuhkembangkan tanpa ragu, tanpa malu  rakyat yang sudah sekarat dijadikan obyek sasaranya. Apa yang  dikata dalam pelayanan publik berbeda bahkan bertentangan denga apa yang menjadi kenyataan.

Bagi orang-orang bawahan, kaum marginal tak bisa berbuat banyak selain pasrah dan mengumpat di belakang. Perubahan bukan tugas/kewajiban rakyat/bawahan, melainkan tugas + kewajiban serta tangungjawab sang pemimpin di semua lini. (Pamen Pangkat Komisaris Besar Polisi, Kabidbin Gakkum Korlantas Polri *)





Berita Terkait: