You are here: Portal Opini Mampukah Irjen Pol Drs Idham Azis MSi Memimpin Polda Metro?

Mampukah Irjen Pol Drs Idham Azis MSi Memimpin Polda Metro?

Surel Cetak PDF
113 readings

Upa Labuhari

Pengalamannya dan Partisipasi Masyarakat Akan Menjawab Pertanyaan  ini
Oleh Upa Labuhari SH MH *)

Walaupun tidak menggagetkan  membaca telegram Kapolri nomor ..... tertanggal 20 Juli l917 yang menyebutkan Jabatan Kapolda Metro Jaya dialihkan   dari Irjen Pol Drs Irawan SH MH kepada Irjen Pol Drs Idham Azis, karena dua tahun sebelumnya sudah diprediksi bakal demikian perjalanan tugas  Idham Azis dilingkup Polri  , tapi bagi penulis, pergantian ini membuat saya bertanya tanya sebagai orang yang selalu mengamati perkembangan demi perkembangan  Personil dilingkungan Polri sejak tahun l972.

Mampukah irjen Pol Idham Azis, seorang perwira tinggi yang lahir di Kendari Sulawesi Tenggara  30 Januari 1963 dengan kedua orang tua berasal dari Sulawesi Selatan ,  menyamai bahkan melebihi prestasi yang pernah dicapai oleh seniornya  Irjen Pol Irawan selama kurang lebih  dua tahun memimpin Polda Metro Jaya ?.Atau mampuhkan Idham Azis , lulusan Akpol tahun l988, menuntaskan perkara-perkara yang ditinggal oleh pejabat lama Polda Metro Jaya yang jumlahnya  cukup banyak seperti kasus penganiayaan terhadap anggota penyidik  KPK Novel Bawesdan , kasus imam besar FPI,  Rizieq Shihab  dan sebagainya.

Inilah pertanyaan yang selalu terbawa dipikiran saya dikala membicarakan pergantian Kapolda Metro Jaya yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan. . Dan pertanyaan itupun selalu terjawab  dipikiran setelah melihat pengalaman Idham Asis bekerja dilingkup Polri selama kurang lebih 29 tahun mengabdi . Apalagi menghubungkannya dengan prestasi yang pernah dicapai ketika bekerja dilingkup Polda Metro Jaya yang di mulai ketika  menjabat sebagai Kanit  VC Sat Serse polda Metro Jaya pada tahun l999 sampai memimpin  Polres Jakarta Barat pada tahun 2008 dan  Direktorat Reserse Umum  pada 2010, sebelum ia  ditunjuk untuk masuk dalam tim Pembrantasan terroris Mabes Polri  selaku Wakadensus 88 Anti Teroris  dan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah dengan tugas utama membrantas teroris Santoso pada tahun 2014.

Melihat pengalaman kerja Idham Azis yang selalu berhadapan dengan tugas  berat dan berhadapan dengan para pelaku kejahatan kekerasan yang ada di tanah air, penulis berkesimpulan bahwa jabatan baru yang akan diemban diatas pundak perwira tinggi berbadan kurus tinggi, berkulit hitam dan tidak banyak bicara, insyaalah akan dapat dijalaninya dengan baik. Apalagi jika seluruh personil Polda Metro Jaya serta masyarakat Jabotabek   mendukungnya  untuk menjaga keamanan Ibukota dari segala macam rongrongan orang yang tak bertanggung jawab. Dibawah kepemimpinan Idham Azis ,Polda Metro Jaya dapat  melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga situasi keamanan Ibukota dari ronrongan orang tak bertanggung jawab.

Peta pelaku kejahatan di Ibukota Jakarta dan sekitarnya, baik itu kejahatan konvensional, maupun teroris  sudah tidak perlu dipelajari lagi. Idham Azis  sudah tahu benar keberadaannya sehingga tidak perlu menunggu waktu untuk berbuat sesuatu yang trbaik bagi menjaga situasi keadaan di Ibukota dan sekitarnya sebagaimana banyak pejabat yang baru melaksanakan tugas di polda Metro Jaya. Idham Azis sudah tahu peta kerawanan di Jakarta sehingga tinggal mempelajari beberapa kasus besar yang ditinggal oleh seniornya Irjen Pol  Drs Irawan untuk dapat diungkap keberadaannya seperti siapa sebenarnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Bawesdan atau  dapat  menangkap Imam Besar FPI  Rizieq Shihab yang katanya masih ada di luar negeri.

Sedang image masyarakat Ibukota yang banyak mengeluhkan tentang tata kerja aparat Reserse polda Metro Jaya yang bekerja tidak profesional sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,tidak akan sulit untuk diperbaikinya. Sebab Idham Azis punya pengalaman sebagai mantan Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya dan mantan Kepala Devisi Propam Mabes Polri. Ia tahu benar dan punya cara untuk menyadarkan personil penyidik Polda Metro Jaya yang bekerja tidak profesional terhadap masyarakat.  Ia pasti akan bertindak tegas dan keras untuk membawa personil penyidik Polri yang bekerja tidak profesional dan menyakiti hati masyarakat agar  sadar akan tugasnya yang berat itu.

Salah satu kendala tugas yang akan dihadapinya sejalan dengan perkembangan perlalu lintasan di Ibukota Jakarta  adalah mengatasi kemacetan arus kendaraan bermotor yang setiap harinya dikeluhkan oleh masyarakat pengemudi kendaraan bermotor. Masalah ini mungkin akan dipelajari dulu oleh Idham Azis dalam beberapa waktu untuk dapat menentukan pola terbaik mengatasi masalah perlalulintasan di Ibukota yang setiap hari terjadi di jalan jalan utama Ibukota dan sekitarnya. Dengan demikian, masalah kemacetan arus lalu lintas di Ibukota di yakini dapat diatasi oleh jajaran Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Idham Azis .Semoga.

Bahwa walaupun Idham Azis punya pengalaman dalam mengatasi masalah keamanan Ibukota dan sekitarnya ,hal itu  tidaklah cukup  untuk menentukan bahwa dalam kepemimpinan Idham Azis memimpin Polda Metro Jaya ,ia akan berhasil  membawa situasi keamanan di Ibukota sebagaimana diharapkan masyarakat  jika masyarakat Ibukota dan sekitarnya sendiri    tidak ikut ambil bagian dalam  mengatasi masalah keamanan ini. Sedikitnya masyarakat Ibukota da sekitarnya perlu memberikan perhatian kepada situasi keamanan disekitarnya dan mau cepat memberi laporan kepada Polda Metro Jaya jika  melihat  adanya hal hal yang mencurigakan yang diperbuat oleh orang tak bertanggung jawab.

Dengan adanya perpaduan keinginan masyarakat Ibukota dan sekitarnya untuk membawa situasi keamanan Jakarta lebih kondisif dengan ikut mengambil bagian menjaga situasi keamanan lingkungan yang baik  , ditambah dengan pengalaman segudang Irjen Pol Idham Azis dalam penanganan masalah keamanan di Ibukota, maka insyaalah selama kepemimpinan Idham Azis memimpin Polda Metro Jaya situasi keamanan di Ibukota akan bertambah kondisif. Mereka mereka yang mau mencoba meronrong situasi keamanan di ibukota dan sekitarnya akan berhadapan dengan ketegasan Idham Azis memimpin Polda Metro Jaya. (Penulis adalah pengamat masalah Kepolisian *)




Berita Terkait: