You are here: Portal Opini Tito Karnavian Minta Pensiun Dini, Siapa yang Layak Penggantinya

Tito Karnavian Minta Pensiun Dini, Siapa yang Layak Penggantinya

Surel Cetak PDF
222 readings

Upa Labuhari

Oleh Upa Labuhari SH MH *)
Bagi jajaran Polri maupun masyarakat awam mungkin terasa aneh , kok Jenderal Pol Dr Tito Karnavian yang baru setahun memimpin polri sudah melemparkan sebuah  gagasan yang begitu Aneh bagi jajaran Polri yaitu hendak pensiun dini sebagai pimpinan Polri dalam waktu tidak lama lagi.

Gagasan ini disebut aneh karena bagi masyarakat awam dan jajaran Polri sendiri , kemampuan Tito Karnawian memimpin Polri luar biasa besarnya . Karena belum ada Kapolri yang menyamai kinerja Tito dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolri di era yang canggih ini bisa mengatasi gejolak masyarakat yang bergerak cepat.

Sebagai kawan dekat dengan Tito sejak yang bersangkutan mulai menginjakkan kakinya di Polda Metro Jaya pada tahun l987, gagasan ini tidak mengherankan. Sebab pada tahun 2002 ketika Tito berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi dan menjabat sebagai Kamneg Polda Metro Jaya, hal serupa juga pernah disampaikan kepada saya sebagai kawan dekat. Ia minta untuk pensiun dini dari tugas Kepolisian karena pada waktu itu ia baru selesai diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya dengan tuduhan memeras Tommy Soeharto yang baru ditangkap atas pengaduan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Sofyan Jacob.

Penyampaian niat ini disampaikan kepada saya ketika sedang bekerja di gedung SCBD dengan melampirkan surat keterangan pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. Setelah membaca surat itu saya mengatakan kepada Tito agar niat untuk mengakhiri kerja di Polri diurungkan saja sebab kariernya sedang melejit untuk memimpin Polri. Iapun mengatakan  buat apa kita bekerja serius sementara kita dihadapkan dalam pilihan sebagai pelaku kejahatan . Saya pun menyebutkan bahwa peristiwa ini adalah pengalaman yang paling berharga agar dimasa datang dikala ia menjadi pemimpin Polri tidak berbuat seperti yang dilakukan oleh Sofyan Jacob. Sebentar sebentar memeriksa anggota yang dicurigai berbuat kejahatan. Tapi hasilnya hanya menyenangkan kapolda. Bukan untuk membenahi Polisi secara keseluruhan .

Sekarang menjadi pertanyaan jika benar Tito mundur sebagai Kapolri  siapa penggantinya yang tepat . Ini pertanyaan gampang gampang susah untuk dijawab. Karena ada 9 Jenderal Pol berbintang tiga. Mungkinkah salah satu diantara mereka menjadi pengganti Tito sebagai Kapolri. Pasti salah satu dari mereka akan muncul. Tapi itu belum tentu karena pada jaman pemilihan Kapolri dimana Timor Pradopo masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dengan pangkat Irjen pol. Ia langsung dipercaya oleh presiden SBY sebagai Kapolri. Dengan demikian belum tentu Sembilan jenderal Polisi berbintang tiga yang punya kans sebagai Kapolri. Bintang Dua juga punya kans untuk itu.

Dengan tidak mendahului keputusan Tuhan saya lebih contoh untuk memilik Irjen Pol Drs Iriawan sebagai calon Kapolri jika Tito pensiun dini. Alasannya sederhana saja, Drs Iriawan tahu betul seluk beluk Polisi karena ia pernah jadi Kapolsek, Kapolres, Kadit Reserse, Direktur Binmas, Direktur Hukum, tiga Kali jadi  Kapolda dan terakhir Asisten Operasi Kapolri. Lalu bagaimana dengan Sembilan Jenderal berbintang tiga lainnya kalau menurut saya yang pantas adalah Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin. dan Komjen Pol Drs Suhardi Alius yang saat ini menjabat sebagai kepala BMPT di Bogor. (Penulis mantan wartawan Polri ketua Departemen Wartawan Kepolisian PWI Pusat *)




Berita Terkait: