You are here: Portal Sorot Politik Banci

Politik Banci

Surel Cetak PDF
501 readings

Edison Siahaan

Oleh:  Edison Siahaan *)
Mengapa tertarik menyebut kata “banci” ini? Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebut banci itu adalah tidak berjenis kelamin laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan atau hermafrodit.


Inilah yang membuat sebagian besar masyarakat tertarik membahas soal kata banci yang terkadang menjadi pilihan perilaku seseorang maupun kelompok.

Perilaku banci menjadi predikat yang selalu diberikan kepada seseorang,kelompok, maupun organisasi, yang tidak memiliki sikap jelas dan tegas terhadap sesuatu. Atau sikap tidak jelas saat menyampaikan pilihan atas dua jenis pilihan yang harus ditentukan.

Meskipun saat ini perannya agak berkurang, tetapi kelompok banci ini sempat menjadi trend di dunia hiburan. Tetapi, eksistensi kelompok banci juga terus menyeruak ke berbagai komunitas-komunitas masyarakat.

Bahkan beberapa tahun terakhir, perilaku banci sudah menyasar ke organisasi politik (Orpol) atau partai politik (Parpol). Parpol yang dirasuki perilaku banci,selalu memiliki dan menyampaikan argumentasi untuk pembenaran atas sikap bancinya. Bahasa yang digunakan untuk sikap banci itu adalah non blok. Menurut mereka non blok juga merupakan sebuah sikap,meskipun dalam kondisi harus memilih A atau B.

Sikap non blok itu dikemas sedemikian rupa dengan  pernyataan bahwa Parpolnya tidak dalam posisi mendukung pasangan manapun yang mengikuti Pilkada atau Pilpres. Tetapi memberikan kebebasan kepada kadernya untuk mendukung atau memilih salah satu pasangan sesuai dengan keinginan masing-masing. Sekaligus meralat, peringatan yang sempat dinyatakan saat kadernya yang secara terbuka memberikan dukungan kepada salah satu pasangan. Sebab itu hanya tindakan yang mendahului kebijakan parpol yang telah diputuskan.  

Dalam bahasa gaul disebut, banci biasanya sering heboh,mendekat-dekat,grepe-grepe,cari dan curi perhatian, doyan gossip serta kepo. Apakah perilaku banci ini telah menyusup ke Parpol ?

Sejatinya, Orpol atau Parpol tidak mengenal apalagi memproduksi perilaku banci. Parpol merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan sama kendati dalam implementasinya dengan cara yang berbeda. Artinya harus ada sikap tegas berkarakter dan warna yang jelas,agar tujuan bersama bisa tercapai.

Parpol merupakan candradimuka penggodakan kader yang dipersiapkan menjadi pemimpin bukan hanya di kelompoknya,tetapi pemimpin untuk bangsanya. Tentu kader harus memiliki sikap memihak terhadap sesuatu  yang dinilai dapat mewujudkan program-program kesejahteraan rakyat.

Parpol yang bersikap non blok, adalah potret yang kurang bertanggungjawab, karena tidak berperan dalam sebuah perhelatan bangsanya. Pilihan sebagai non blok adalah cermin penolakan terhadap kebersamaan dalam keberagaman. Bangsa Indonesia memiliki tujuan sama, meskipun memiliki cara berbeda.Artinya, seluruh komponen bangsa wajib berperan  lewat aktifitas sesuai dengan profesi dan kemampuan. Bukan memilih sebagai non blok dalam perhelatan yang sedang berlangsung. (Wartawan Senior *)




Berita Terkait: