Sabtu, 19 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Portal Sorot Ketika "Kartini" Terjerembab Narkoba

Ketika "Kartini" Terjerembab Narkoba

Surel Cetak PDF
278 readings

Edison Siahaan

Oleh: Edison Siahaan *)
Narkoba menyesakkan dada. Tidak saja hanya dari kalangan tertentu,tetapi semua golongan baik itu pria dan wanita sudah terlibat dan terjerembab menjadi budak narkoba.


Beberapa saat jelang 21 April yaitu peringatan hari kelahiran tokoh perempuan sekaligus pahlawan nasional Raden Adjeng Kartini, seorang ibu berinisial Y usia 38 tahun ditangkap saat mengkomsumsi narkoba jenis sabu.

Ironisnya, ibu Y ditangkap sedang mengkomsumsi narkoba jenis sabu sambil menyusui anaknya, di kamar rumahnya dikawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Fakta menyakitkan ini menjadi tanggungjawab kita semua kepada tokoh perempuan yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi Raden Adjeng Kartini.

Kabar penangkapan ibu Y tentu mencemaskan masa depan generasi bangsa Indonesia. Sehingga menuai pertanyaan, ada apa ? Apakah hanya sebatas maraknya peredaran narkoba atau ada permasalahan sosial atau politik yang melatar belakangi ? Atau dipicu faktor kebodohan dan kemiskinan sehingga dengan keterbatasan pengetahuan serta ketidak berdayaan menggiringnya terjerumus mengkomsumsi bahkan menjadi pengedar narkoba ?

Kabar penangkapan yang disiarkan jajaran Polres Metro Jakarta Barat itu, sejatinya sebuah peringatan keras bagi seluruh masyarakat Indonesia,khususnya para elite bangsa dan segenap instansi pemerintah serta lembaga terkait.  Narkoba sudah beredar di sekitar kita,sehingga tidak lagi cukup hanya sekadar bahan pembicaraan, tetapi harus disertai tindakan nyata memerangi narkoba.

Sudah saatnya, penangkapan ibu Y kita jadikan momentum untuk bergerak  dan memproklamirkan narkoba sebagai musuh bersama. Kita tidak lagi boleh hanya sebagai penonton aksi-aksi heroik yang dilakukan Polri maupun BNN saat menangkap dan membongkar para pelaku kejahatan narkoba.

Kemasan Narkoba sudah beredar di semua sudut wilayah dan kehidupan serta aktifitas masyarakat. Kini saatnya mendesak para elite bangsa tidak lagi asyik dengan trik-trik politik hanya demi untuk kepentingan kelompoknya.

Para elite bangsa harus memimpin momentum kebangkitan semangat melawan narkoba. Mereka wajib memimpin perubahan gaya hidup dan pergaulan masyarakat agar sesuai dengan norma Agama dan budaya bangsa Indonesia. Selain menjadi sosok yang bebas narkoba, para elite bangsa juga memimpin pembangunan dan pengembangan  sistem jaringan pertahanan masyarakat sehingga mampu menghindar dari segala bentuk narkoba.

Para elite bangsa berada di garda terdepan untuk membangun sistem pangawasan publik terhadap seluruh kegiatan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Serta menjadi motivator masyarakat untuk memberikan dukungan moral terhadap semua upaya pemberantasan narkoba.

Lewat kepemimpinan para elite bangsa itu, diharapkan melahirkan individu sosial yang dapat menjadi contoh dan memberikan pengertian sekaligus pengawasan melekat bagi warga dilingkungannya. Sehingga tidak lagi ada anak di negeri ini yang disusui oleh ibu sambil mengkomsumsi narkoba. (Wartawan Senior *)




Berita Terkait: