Rabu, 13 Desember 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Portal Sorot Dibalik Kasus Prostitusi Kaum Guy

Dibalik Kasus Prostitusi Kaum Guy

Surel Cetak PDF
427 readings

Edison Siahaan

Oleh : Edison Siahaan *)

Kasus prostitusi kaum Guy di Kelapagading,Jakarta Utara menggegerkan,sekaligus menjatuhkan moral bangsa sebagai umat beragama. Kita patut resah ditengah masyarakat yang Agamis berkembang dan tumbuh praktik kotor dan terkutuk. Kasus ini mengingatkan kita kembali sejarah kota Sodom dan Gumora yang dimusnahkan Tuhan akibat masyarakatnya sudah keranjingan dengan penyelewengan seksual.

Kasus prostitusi kaum Guy Kelapagading sontak menuai pertanyaan.Apakah ini tanda-tanda jaman akan datangnya hari kiamat ? Atau sebagai persyaratan akan turunnya hukuman dari Tuhan ? Kita semua,khususnya aparat penegak hukum  wajib dan bertanggungjawab atas peristiwa tersebut, agar tidak menjadi sejarah yang terus berulang ditengah-tengah masyarakat.

Terlepas dari dampak dan efek yang akan timbul, Polri dalam menangani kasus Kelapagading harus lebih transparan dan membongkarnya dengan tuntas. Polri tidak boleh menyembunyikan apapun informasi terkait kasus itu,agar masyarakat yakin dan percaya bahwa praktik prostitusi kaum Guy tidak lagi terjadi.

Pasca penggerebekan praktik prostitusi kaum Guy di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading Rt 15 / Rw 03 Kelapa Gading Barat disusul dengan penangkapan 141 orang yang diduga terlibat.Polri belum secara rinci menjelaskaan kenapa praktik kotor itu bisa dengan aman dan nyaman beroperasi ditengah kota dan pemukiman.

Penjelasan pihak Polres Metro Jakarta Utara seakan menyembunyikan sesuatu terkait kasus tersebut. Sebab dikatakan, PT Atlantis Jaya yang membuka usaha kotor dengan kedok fitnees itu baru berlangsung sekitar tiga tahun.

Sedangkan informasi yang beredar luas memastikan bahwa terungkapnya kasus tersebut dipicu karena terjadinya pecah kongsi para penyelenggara. Disebutkan, salah satu adalah seorang anak mantan pejabat yang ikut terlibat membuka usaha kotor itu sejak 10 tahun silam. Tetapi sejak dua bulan lalu, kongsi bisnis itu pecah, disusul peristiwa penggerebekan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Utara.

Sehingga masyarakat menilai, usaha kotor itu akan tetap berlangsung jika tidak terjadi perpecahan antara pemilik modal. Artinya, masyarakat umum sudah mengetahui bahwa praktik kotor ini tidak akan tersentuh hukum.Kecuali sang anak mantan pejabat yang memintanya untuk digerebek.

Kalau penilaian itu benar adanya, maka penggerebekan tempat prositusi kaum Guy di di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading Rt 15 / Rw 03 Kelapa Gading Barat, menjadi potret adanya proses pembiaran. Sehingga bisnis memalukan itu dapat beroperasi dengan waktu yang cukup lama. Dengan kondisi seperti itu, dapat diartikan mental aparat kita jauh lebih buruk dari masyarakatnya.

Tetapi sudahlah, sekarang kita hanya fokus mendorong dan mengawasi proses penegakan hukum yang sedang berlangsung, agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta mendesak Polri membongkar tuntas termasuk dugaan adanya keterlibatan anak mantan pejabat dalam bisnis kotor yaitu praktik prostitusi kaum Guy berkedok fitness. (Wartawan Senior *)



Berita Terkait: