You are here: Profil Herry Heryawan Raih Penghargaan "Law Enforcement Awards 2012"

Herry Heryawan Raih Penghargaan "Law Enforcement Awards 2012"

Surel Cetak PDF
3768 readings

b_300_225_16777215_0___images_2012_hery_resmob1.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: AKBP Herry Heryawan (kiri)Visa Security Summit 2012 memberikan penghargaan terhadap kepolisian di negara-negara bagian Asia Pasific, Eropa, Timur Tengah dan Afrika (APECMEA) atas penegakan hukum dalam kejahatan kartu kredit.

Polda Metro Jaya merupakan salah satu lembaga penegakan hukum yang terpilih Visa Security Summit 2012 mendapatkan penghargaan tersebut.

Penghargaan 'Law Enforcement Awards 2012' ini diterima oleh AKBP Herry Heryawan selaku Kepala Satuan Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penghargaan diberikan di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali pada 21 Juni 2012 lalu.

Visa Security Summit merupakan konferensi tahunan yang diadakan oleh ahli manajemen risiko dari industri pembayaran, regulasi dan juga penegakan hukum di Asia Pasific, Eropa, Timur Tengah dan Afrika yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini, Visa memilih Bali sebagai lokasi konferensi, di mana lokasi selalu berbeda setiap tahunnya.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Martha menyampaikan apresiasinya terhadap Polda Metro Jaya yang telah membantu pihaknya dalam memberantas kejahatan kartu kredit.

Selama kepemimpinannya di Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Herry pernah membongkar kejahatan kartu kredit dengan modus off line pada September 2011 lalu. Modus ini dilakukan dengan cara memanfaatkan mesin EDC (Electronic Data Chapter) yang rusak.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap 13 tersangka. Dalam aksinya, para pelaku berpura-pura mengaku sebagai petugas dari perbankan untuk mengambil mesin EDC yang rusak itu.

Mesin EDC tersebut kemudian digunakan untuk mengambil data TID (Terminal Identification) dan MID (Merchant Identification) dan selanjutnya mempergunakan data tersebut di merchant-merchant untuk berbelanja.

Resmob Polda Metro Jaya juga membongkar kejahatan kartu kredit dengan midus refund fiktif. Modusnya, pelaku seolah-olah melakukan transaksi, namun kemudian transaksi tersebut dibatalkan agar para pelaku dapat mengcopy TID dan MID pada mesin EDC.

Setelah data TID dan MID didapat, pelaku kemudian melakukan refund sehingga memperoleh uang ratusan juta rupiah dari pelbagai jenis kartu kredit. (jak)




Berita Terkait: