You are here: Profil Taufiqurrahman Ruki: 2 Kali Jadi Ketua KPK

Taufiqurrahman Ruki: 2 Kali Jadi Ketua KPK

Surel Cetak PDF
1201 readings

Taufiequrahman Ruki (paling kiri)

Presiden Joko Widodo Jumat resmi melantik tiga pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu Taufiequrahman Ruki, Johan Budi Sapto Pribowo dan Indrianto Seno Aji, Jumat (20/2).



Taufiqurrahman Ruki yang menjadi Ketua KPK periode 2003-2009 diangkat sebagai Ketua Sementara dan anggota sementara KPK menggantikan Abraham Samad. Taufiqurrahman Ruki diangkat berdasarkan Keputusan Presiden No 14 Tahun 2015.

Taufiequrahman lahir di Rangkasbitung, Banten pada 18 Mei 1946. Pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah ditempuhnya di kota berbeda-beda, yakni SD di Tanjung Karang (1959), SMP di Bandung (1962) dan SMA di Rangkasbitung (1965).

Pada 1971, ia lulus akademi kepolisian dengan predikat lulusan terbaik. Ia kemudian menyelesaikan Sarjana Hukum pada 1987 dari Universitas 17 Agustus 1945. Taufiequrahman juga menjadi lulusan terbaik peringkat empat Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Pendidikan khususnya adalah Seskopol (1983), Kursus Perwira Reserse Senior (1987) dan Traffic Manajemen Course (JICA-Jepang) (1991).

Beberapa jabatan di kepolisian pernah dijabatnya adalah Kapolres Cianjur (1989-1991), Kapolres Tasikmalaya (1991-1992), Kapolwil Malang (1992-1997) dan Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat (1992).

Dia juga pernah berkarir di legislatif sebagai anggota DPR RI Komisi III/Hukum Fraksi TNI Polri (1992-1997) dan Anggota DPR RI (1997-1999).

Taufiequrahman terlibat dalam beberapa organisasi, antara lain PAH I (Panitia Ad Hoc I) dari Fraksi TNI/Polri, anggota Panitia Khusus dari Fraksi TNI/Polri, Ketua Komisi VII dari Fraksi TNI/Polri, anggota Komisi IX dari Fraksi TNI/Polri (1999-2001) dan Ketua Komisi VI dari Fraksi TNI/Polri (2001).

Sejumlah penghargaan pernah disabetnya, meliputi Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun, Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun, Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun, Satya Lencana Dwija Sistha, Bintang Bhayangkara Narariya dan Bintang Bhayangkara Pratama. (gun/han)




Berita Terkait: