Sabtu, 24 Juni 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Selebrity Crime Datangi Pemeriksaan, Dhani Sebut Dirugikan Polisi

Datangi Pemeriksaan, Dhani Sebut Dirugikan Polisi

Surel Cetak PDF
346 readings

portalkriminal_kotak.jpg

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Musisi Ahmad Dhani akhirnya penuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, usai meminta dan juga memunda waktu pemeriksaan. Dhani diperiksa sebagai saksi kasus makar atas tersangka Rachmawati.

Calon wakil bupati Bekasi itu baru tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB, sebagai saksi Rachmawati Soekaroputri.

Panggilan ini merupakan yang kedua kali ini. Dhani yang merupakan pentolan Dewa 19 ini mengaku dirugikan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, pada saat dirinya diciduk di Hotel Sari Pan Pasific, Jumat 2 Desember 2016 lalu, ia berencana ingin membuat video klip untuk lagunya berjudul 'Iman 212' di tengah lautan massa, Monas, Jakarta, saat bertepatan dengan aksi belas Islam jilid III.

"Saya tidur dengan anak saya namanya Dul. Niatnya mau solat jumat setelah itu saya mau bikin video klip judul lagunya iman 212, tapi ya paling penting sebenernya saya telah gagal bikin video klip di lautan masa 212. Akhirnya saya bikin video klip di Bekasi, Senin dan Selasa besok. Harusnya video klip di Monas. Jadi saya dirugikan polisi karena ditangkap dan tidak jadi bikin video klip," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/1) sore.

Dhani menjelaskan, dirinya kembalinya diperiksa oleh penyidik masih terkait dengan dugaan makar yang memanfaatkan aksi bela Islam jilid III.

"Sebenarnya ini kan asalnya masalah ditanggal 2 itu kita mau ngapain. Pertanyaan kemarin terakhir mudah-mudahan tidak ditanya lagi karena kemarin sudah selesai bahwa saya datang tanggal 2 nginep di Hotel Sari Pan Pacific," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sebanyak 11 tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan dalam aksi belas islam jilid III, Jumat 2 Desember 2016. Para tokoh tersebut ditangkap karena diduga akan melakukan makar.

Tujuh tersangka yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri dijerat dengan Pasal 107 Jo 110 Jo 87 KUHP tentang Makar. Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

Sementara itu, Ahmad Dhani yang dalam penangkapan tersebut ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo berdasarkan Pasal 207 KUHP. (jer)




Berita Terkait: