You are here: Teroris Pasca Teror di Polda Sumut, Polda Metro Maksimalkan Anggota Berpakaian Preman

Pasca Teror di Polda Sumut, Polda Metro Maksimalkan Anggota Berpakaian Preman

Surel Cetak PDF
299 readings

Kombes Pol Argo

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Pasca insiden teror di Polda Sumatera Utara, Polda Metro Jaya langsung memperketatat pengamanan bagi anggotanya yang tengah bertugas di lapangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menambah anggota berpakaian preman.

"Untuk anggota yan berpakaian dinas akan kami backup dengan pakaian preman yang menjaga. Nanti akan saling menjaga," kata Argo kepada Kriminalitas.com di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).

Argo yng mengenakan seragam lengkap kepolisian ini menambahkan polisi juga akan memperketat pengamanan di markas kepolisian. Sehingga, nantinya tak sembarangan orang bisa masuk.

"Terutama di kantor polisi baik itu di Polda, Polres, Polsek atau Pospol. Semua kami back up baik dinas atau pakaiaan preman," tutup Argo.

Polda Sumatera Utara sebelumnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Aiptu Martua Sigalingging di Polda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini hari.

Tiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya yakni‎ Syawaluddin Pakpahan (SP), warga Medan Denai yang kini dirawat di RS Bhayangkara karena luka tembak di kaki.

Tersangka dua yakni Ardial Ramadhan (AR) yang meninggal dunia karna ditembak usai menyerang anggota Polri, Aiptu Martua Sigalingging di pos penjagaan Polda Sumut.

Selanjutnya tersangka ketiga ialah Boboy (17), warga Sisingamangaraja, Medan yang juga berprofesi sebagai sopir dan berperan melakukan survei ke Polda Sumut selama satu minggu penuh.

‎Selain menetapkan empat tersangka di kasus ini, penyidik juga menyita beragam barang bukti seperti buku tulis sebanyak 155 buah, buku agama Islam sebanyak 26 buah, Buku tabungan, komputer dua buah, HP, empat KTP, dua unit motor, buku nikah, hingga tas pinggang dan dompet.

Atas perbuatannya, para pelaku yang masih hidup yakni Syawaluddin, Boboy dan Firmansyah Putra Yudi dijerat dengan Pasal 6,7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atau Pasal 340 KUHP Pidana.




Berita Terkait: