You are here: Wawancara Kombes Pol. Drs. Siswandi:Optimis, Indonesia Bebas Narkoba 2015

Kombes Pol. Drs. Siswandi:Optimis, Indonesia Bebas Narkoba 2015

Surel Cetak PDF
5325 readings

portalkriminal_kotak.jpg

DAMPAK negatif dari masuknya Indonesia dalam arus globalisasi adalah menguatnya kualitas dan kuantitas kejahatan. Mulai dari kejahatan konvensional sampai transnasional. Salah satu yang menjadi prioritas diperangi oleh Indonesia saat ini adalah kejahatan transnasional, yakni kejahatan peredaran narkoba antarnegara. Sebab, peredaran narkoba antarnegara ini telah menjadi perhatian dunia internasional sejak tahun 1909.

Bisa dibilang, sulit memang untuk membumihanguskan kejahatan peredaran narkoba antarnegara ini. Tetapi paling tidak, negara kita harus menjadi pioneer untuk hal itu.

Oleh karena itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Bareskrim Polri di Hari Bhayangkara ke-64, bertekad menghadiahi masyarakat Indonesia dengan suatu tekad yang bulat memberantas habis peredaran narkoba antarnegara di tahun 2015.

Pertanyaannya, benarkah hal itu akan terjadi?  Sulit untuk menyakininya. Tetapi, melihat sosok Kombes Pol Siswandi, yang sudah melanglang buana ke seluruh dunia dalam melakukan tugasnya membasmi kejahatan narkoba antarnegara, bisa dipastikan target yang ditetapkan itu akan tercapai.

Berikut hasil wawancara Duta Masyarakat dengan Kepala Unit (Kanit) II Direktorat IV/TP. Narkoba dan KT Bareskrim Polri Kombes Pol Siswandi dalam hal memerangi kejahatan peredaran narkoba antarnegara dan targetnya yang sudah bulat itu.

Bagaimana Kabarnya Pak Sis (maksudnya Siswandi)?
Baik dan lelah. Saya baru pulang dari Afrika menelusuri jaringan peredaran narkoba dari sana.

Hasilnya memuaskan Pak?
Alhamdulillah. Kita dapat berdialog dan bertukar pikiran serta melakukan kerjasama dalam memerangi salah satu kejahatan dunia yang bisa menghancurkan generasi muda Indonesia ini.

Bapak yakin peredaran narkoba antarnegara ini dapat di kikis habis?
Sebagai pihak penegak hukum, ya harus memiliki keyakinan. Bagaimana rakyatnya, kalau penegak hukumnya saja tidak yakin. Ya, kita optimis lah. Dan lagi kalau saya tidak yakin sia-sia saja uang negara yang sudah dikeluarkan untuk menunjangb tugas saya keliling dunia.


Bapak tidak takut akan resiko mati?
Siswandi tertawa. Hidup mati manusia yang menentukan Allah SWT. Resiko yang saya ambil itu semata-mata diperbuat demi menyelamatkan anak bangsa dari belenggu narkoba.Dari itu sampai saat ini saya tidak pernah merasa puas dengan apa yang saya sudah perbuat. Semuanya belum berakhir, masih banyak tantangan yang kami akan hadapi.


Kan sudah banyak yang Bapak tangkap. Bahkan yang terakhir, tersangka pengedar dari Afrika Barat Bapak tembak mati?
Saya sendiri tidak ingat, sudah beberapa banyak yang kami tangkap. Tapi yang baru-baru ini kami tembak mati adalah UC alias RON (warga negara Afrika Barat). Dia berusaha kabur dan melawan saat diminta menunjukan tempat persembunyian temannya SMITH.

Kenapa mereka tidak kapok-kapok menjadikan sasaran Indonesia sebagai daerah tujuan. Padahal sudah ada yang ditembak mati?
Sudah banyak yang kami tembak mati. Mereka tidak kapok karena, Indonesia berpenduduk 200 juta lebih. Terbilang memiliki pintu-pintu masuk yang terbuka lebar. Hal ini membuat sindikat narkoba internasional kepincut menjadikan negara ini sebagai pasar potensial peredaran narkoba. Kenyataannya memang demikian. Terbukti di saat kita sibuk menangani yang dari Afrika, tiba-tiba muncul yang dari Iran.

Perncegahanannya Pak Sis?

Ya, kita minta kesungguhan kerjasama dasri instansi terkait. Seperti Bea dan Cukai (BC) dan pihak pengelola bandara. Karena kami tidak bisa masuk ring satu bandara, tetapi BC bisa, karena memiliki akses ke sana. Dari itu kami minta kesungguhan dan keseriusan mereka menyelamatkan anak bangsa dari kejahatan narkoba itu.

Memang ada pihak terkait yang ogah-ogahan membantu polisi memberantas narkoba?
Siswandi diam sejenak. Kami hanya berharap kerja sama yang sungguh-sungguh. Jangan sampai ada kongkalikong antara pejabat instasi dengan para pengedar narkoba. Penanganan pasca pengungkapan yang serampangan, mengakibatkan para Bandar dan pengedar jadi waspada.

Contohnya?

Beberapa waktu lalu, terjadi pengungkapan pengiriman narkoba lewat jasa cargo. Karena terburu nafsu, instansin yang mengungkap barang terlarang itu, langsung menggelar jumpa pers kepada media massa. Jadi, berselang sedikit saja, pengungkapan itu sudah diumumkan. Apa jadinya? Narkoba dengan jumlah cukup besar jadinya mandek di cargo bandara. Tidak ada yang berani ambil. Seperti ini yang namanya koordinasi harus dibenahi.  


Kelemahan lainnya?
Masih ada cargo penerbangan yang perlu dibenahi (tidak mau menyebut dimaksud, red). Lemahnya sistem pengamanan pada pintu-pintu masuk, dan ramahnya masyarakat Indonesia yang pada gilirannya dimanfaatkan oleh orang-orang Afrika yang berpenampilan glamour. Akhirnya orang Indonesia dijadikan istri dan langsung dijadikan kurir.


Dengan pemaparan Pak Sis yang terbilang sulit ini, apa target tahun 2015 terkejar?
Kami optimis. Yakin mampu. Apa lagi di tahun 1915 itu  dicanangkan Permerintah RI sebagai tahun Indonesia Bebas Narkoba (IBN). Jalan ke arah itu saat ini sudah kami lakukan. Terpenting koordinasi berjalan dengan baik. Semua pihak, termasuk instansi terkait sama bersungguhnya dengan Polri memberantas narkoba.


Selamat Ulang Tahun ke-64 Pak Sis?
Oke. Sama-sama. Terima Kasih. Sukses untuk Duta Masyarakat.

Biodata
Nama : Kombes Pol. Drs. Siswandi
Lahir : Medan, 5 Juli 1959
Kesatuan : Direktorat IV/TP. Narkoba dan KT Bareskrim Polri

Riwayat Jabatan

-       Inspektur Muda Akademi Kepolisian

-       Kapolsek Way Jepara Restro lampung Tengah, Sumbagsel

-       Kepala KPPP panjang Polwil Lampung Polda Sumbagsel

-       Kapolsek Tanjung Karang Barat, Sumbagsel

-       Kasat Serse Restra Bandar Lampung

-       Dik/Mahasiswa PTIK Angkatan 28. tahun 1991

-       Kasat Serse Polres Probolinggo Polda Jatim

-       Kasat Serse Restra Surabaya Selatan Polda Jatim

-       Kasubbagbin Ops Serse Ek Dit Serse Polda Jatim

-       Pabandya Skamtibmas Masbes ABRI

-       Kanit Narkotika Ditserse Polda Metro Jaya

-       Dik/Mahasiswa Sespim Pol Angkatan 34 tahun 1997

-       Kabag Narkotika Ditserse Polda kaltim

-       Kasat VC Dit Pidum Korserse Polri

-       Kasat Serse Polwiltabes Bandung

-       Kapolresta Cirebon

-       Kasubag Min Korta Sespati Polri sespimpol Lembang

-       Dik Sespati Angkatan 16b tahun 2009

-       Kanit II Dit. IV/TP Narkoba dan KT Bareskrim Polri.


Penugasan Luar negeri
1.China. 2. Malaysia. 3. Philipina. 4. Thailand. 5. Jepang. 6. Belanda. 7. Hongkong. 8. Singapura. 9. Kamboja.

10. Korea Selatan. 11. Vietnam. 12. Prancis. 13. Afrika. 14. dan negara lainnya.Penghargaan

2.Tahun 2008: International Professional Award 2008

3.Tahun 2009: Indonesian Professional And Educator Award 2009.

4.Tahun 2010: Indonesian Quality Development Award. (jak)