Sabtu, 19 Agustus 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Wawancara Audie Latuheru : Terjun Payung Tumbuhkan Rasa Solidaritas

Audie Latuheru : Terjun Payung Tumbuhkan Rasa Solidaritas

Surel Cetak PDF
7276 readings

audi_terjun_payung.jpg

Aksi terjun payung mewarnai serah terima jabatan Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo. Sekitar belasan penerjun payung dari polri dan TNI ikut meramaikannya. Aksi mereka membuat para tamu terpukau. Sebuah tenda berdiri di tengah-tengah lapangan di Markas Komando (Marko) Brimob. Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Ketua Komisi III DPR Benny K Harman terlihat berdiri dari tempat duduknya untuk melihat aksi para penerjun payung.


Bahkan beberapa pejabat tinggi di Polri mengabadikan aksi mereka dengan mengambil foto buat dokumentasi, buat kenang-kenangan, buat kebanggaan bahwa Polri juga punya penerjun payung yang dapat dihadalkan. Salah seorang penerjun payung itu, adalah Kompol Audie Latuheru, yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus  Polda Metro Jaya.

Pria kelahiran Merauke yang sudah terjun sebanyak 1012 kali ini, mengatakan dunia terjun payung membuat solidaritas sesama, pembentukan mental kepribadian sebagai modal utama  polisi. Akpol alumni 96 ini juga mengatakan terjun payung membuat kita sebagai polisi bisa memberikan keputusan secara cepat, bertindak sportif. Mengingat, terjun payung itu tidak bisa bermain dengan cara bohong-bohongan, tipu-tipuan, tidak bisa itu. Karena menyangkut nyawa. Berikut hasil petikan wawancaranya :

Sejak kapan menekuni terjun payung?
Sejak jadi polisi, saya mulai terjun di dunia terjun payung tahun 1996. Jadi saat jadi perwira, saya melihat terjun payung itu merupakan olahraga yang menantang, jantan, sportifitas tinggi. Saya temukan sportifitas yang paling kuat, paling sempurna, paling abadi ada di terjun payung ini.

Maksudnya?
Begini. Saya melihat, katakanlah  ada pertandingan sepakbola persahabatan antar klub. Apa yang terjadi, ujung-ujungnya pasti perkelahian, pertengkaran, keributan. Di terjun payung nggak ada itu. Sebab, garis sportifitas sangat tebal. Kenapa? saat ada  pertandingan ketepatan mendarat, keinginan kita selalu menjadi yang terbaik, menjadi juara. Padahal, kita satu pesawat dengan lawan. Namun, jika lawan atau kita melihat ada ketidakberesan di parasutnya, kita langsung memberitahu dan membantu membetulkannya. Karena kita sadar bahwa ganjalan di parasut itu akan membahayakan.

Jadi benar-benar menjunjungi tinggi sportifitas....?
Iya. Juga ketika seorang penerjun tidak bisa menginjak sasaran dengan benar. Maka, kita beritahu bagaimana cara terjun yang benar, bagaimana caranya bisa menjadi juara. Informasi yang diberikan itu pasti diterima dan tidak ada perdebatan yang merugikan. Jadi sportifitas di terjun payung itu benar-benar terjaga dan ini tidak ada di olahraga lainnya.

Lamanya berkecimpung di terjun payung, banyak pengalaman yang dipetik?
Sejak 1996, saya mencatat sudah 1012 kali terjun. Ini pengalaman tak terlupakan dan akan tetap terus saya lakukan ke depannya.

[Audi Saat Terjun di Pondok Cabe] Audi Saat Terjun di Pondok CabePengalaman lainnya?
Merasakan kenikmatan terjun dari berbagai jenis pesawat, mulai Hercules, Fokker, Helicopter, bahkan Gantole bermotor pun sudah pernah saya lakukan.

Dari sisi ketinggian, sudah pada level berapa ?
Ya tergantung untuk keperluan apa. Bisa untuk membuat formasi dengan terjun di atas ketinggian 10.000 meter. Atau untuk ketepatan mendarat rata-rata 4.000 meter. Saya bersyukur semuanya sudah saya lakukan.

Rencana ke depannya?
Pembinaan bagi bibit-bibit baru di lingkungan Polri maupun masyarakat umum. Jadi, saya lebih suka melatih, mengajari, memberi motivasi merekrut penerjun baru. Ini prestasi yang lebih membanggakan bagi diri saya pribadi.


Tapi ada yang menilai regenerasi penerjun payung lamban, karena olahraga ini berbahaya?
Terus terang, sebenarnya terjun payung itu tidak berbahaya sama sekali. Kecelakaan di dunia terjun payung bukan akibat terjun itu sendiri.  Namun, lebih banyak akibat kecelakaan pesawat itu sendiri.

Wah, berarti penilaian itu salah, ya?
Begini, bila kita jalankan prosedur itu dengan benar, sesuai  Standard Operating Procedure (SOP), sesuai menjalani aturan yang bener. Jelas kita tidak akan temui bahaya itu. Saya pernah baca di internet, dari 10 olahraga yang paling berbahaya di dunia adalah ski air, ski es, motorcross, balap mobil, road race dan lainnya. Sedangkan terjun payung tidak termasuk 10 besar olahraga berbahaya.

Kira-kira apa ada korelasinya antara terjun payung dengan status jabatan di kepolisian...?
Banyak. Saya lebih melihat bahwa terjun payung itu sebagai pembentukan mental kepribadian. Ini sebagai modal utama sebagai polisi. terjun payung membuat kita sebagai polisi bisa memberikan keputusan secara cepat, bertindak sportif. Mengingat, terjun payung itu tidak bisa bermain dengan cara bohong-bohongan, tipu-tipuan, tidak bisa itu. Karena menyangkut nyawa.

Berarti filosofinya cukup kuat ?
Memang, terjun payung mengajarkan kita untuk mengerti akan kelemahan orang lain dan mengakui adanya kelemahan diri sendiri. Karena itu, dari sisi mental, aplikasinya benar-benar mengena.
[Kompol Audie Latuheru] Kompol Audie Latuheru

Manfaat lain apa yang didapat dari terjun payung?
Wah banyak juga. Salah satunya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan kalangan tertentu. Saya bisa menjalani hubungan yang baik dengan teman-teman di TNI. Sehingga terjalin silahturahim yang akrab, dan banyak sahabat. Sehingga komunikasi bisa bertambah lancar.


Selain itu….?
Menghibur masyarakat. Karena saat melihat ada terjun payung, mata masyarakat pasti tak akan melewatkannya. Rasa kagum, rasa bangga, rasa bahagia masyarakat pasti muncul, saat ada aktifitas terjun payung. Bagi sang penerjun juga merasakan hal yang sama. Jadi olahraga dirgantara selalu memukau masyarakat, sehingga di manapun dan kapanpun, kegiatan itu diselenggarakan, akan selalu menarik perhatian .

Pengaruh terhadap kesehatan di dunia terjun payung, apa ada ya?
Justru rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap kesehatan pribadi itu, sangat tinggi. Kalau saya melihat generasi muda yang terjun di dunia olahraga dirgantara ini, tidak ada yang clubbing, tidak ada yang terjun menikmati hiburan malam, bahkan tak ada yang terlibat narkoba maupun  berfoya-foya menegak minuman keras. Jadi ada kontra produktif terhadap pengamanan kesehatan sang penerjun.


Nama    : AKB P Audie Latuheru

Tempat Lahir : Marauke Papua

Jabatan  : Kanit 2 Jatanras Direktorat Reserse Umum  Polda Metro Jaya

Karier   : 1997 - 2008  - Dan Unit Gegana Korps Brimob

Dan Sub Den Gegana Korps Brimob

Wadan Den Gegana Korps Brimob

2008 : Kanit Jantanras

2012:Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus  Polda Metro Jaya

Pendidikan: Akpol (1996). (joy)





Berita Terkait: