Sabtu, 24 Juni 2017

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Wawancara Kombes Pol Chryshnanda: Urai Kemacetan dengan Genap Ganjil Jangan Negatif Dulu

Kombes Pol Chryshnanda: Urai Kemacetan dengan Genap Ganjil Jangan Negatif Dulu

Surel Cetak PDF
3186 readings

Kombes Pol Chryshnanda (kiri)

Kemacetan di Jakarta sudah sangat mengkuatirkan, tidak saja membuat kerugian materiil yang sangat luar biasa tetapi juga sudah berpengaruh terhadap psikologis warga ibu kota ini.  Pemprov DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya beserta pemangku kepentingan berencana pada 2013 akan datang akan melakukan gebrakan dengan  pemberlakuan  plat nomor genap-ganjil untuk kenderaan roda empat.

Direktur  Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang baru Kombes Pol Chryshnanda, meminta masyarakat  agar  pemberlakuan plat genap ganjil itu nantinya jangan dinilai negatif dulu. Justru mantan Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya ini berharap budaya kedisipilinan berlalu lintas  para pengendara sangat menentukan bisa terurainya kemacetan. Sekelumit wawancaranya Jumat  (7/12) seusai sertijab di Main Hal Mapolda, dengan kutipan sebagai berikut:

Kemacetan yang paling semerawut, sarannya apa?
Paling penting kita semua ada suatu sistem terpadu, mulai memikirkan bukan saling menyalahkan, tapi memperbaiki yang kurang tepat, baik penegakan hukum, disiplin. Kemacetan cermin lalu lintas masyarakat, maka harus diperbaiki.


Mengenai kebijakan genap ganjil?

Permasalahan kita jangan berpikir negatif tapi apa positifnya, apa benifitnya untuk masyarakat. Kalau ini seperti mengurai urat urai nadi kehidupan kita, itu akan berdampak pada  aktifitas kita sendiri. kalau aktifitas terhambat itu juga bisa menghambat kehidupan kita kan.


Apakah itu salah satu solusi?

Permasalahannya bukan adalah sejauh mana kita mendukung.  kita bukan hanya parsial, sesaat. Tapi membangun sistem transportasi yang baik, memadai, penegakkan hukum. Kemudian  harus dibangun sinergis, itu harus dibenahi, ada proses bukan dengan tiba-tiba.


Spesifikasi kebijakan terobosan itu ?

Bukan terobosan tapi bagaimana memberdayakan.

Soal budaya, kalau tidak ditindak tegas?

Kebudayaan merupakan pengetahuan, konsep, teori, tindakan, baik institusi atau seseorang melalui pranata. Kalau melakukan tindakan keliru artinya merubah maindset, mari kita rubah lalu lintas  ini dengan disiplin, kepekaan baik bagi dirinya maupun orang lain. Penegkan hukum bukan hanya menyalahkan, tapi bagaimana kita memikirkan perlindungan, pengayoman masyarakat. dan perubahan mindset. (joy)




Berita Terkait: