You are here: Home

Lagi, Densus 88 Bekuk Dua Terduga Teroris di Cikampek

Surel Cetak PDF
508 readings

b_150_100_16777215_0___images_portalkriminal.jpgPORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Kembali, Detasemen Khusus 88 Anti teror Polri menangkap dua orang terduga teroris lagi di Cikampek, Jawa Barat, atas nama 'HI' dan 'ES'. Penangkapan ini hasil dari pengembangan penyidikan tersangka KN, yang tertangkap di Bima, Nusa Tenggara Barat. KN adalah Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait aksi pelatihan teroris di Aceh.

Dari KN, polisi sebelumnya juga menangkap dua tersangka teroris di Purwakarta dengan inisial 'UK' dan 'AM' pada hari Selasa (17/4) lalu pukul 05.00 wib.

"Berkaitan dengan pengungkapan dan pengembangan penangkapan pelaku teroris yang kemarin telah kita sampaikan ada dua orang kan, di Purwakarta. Dan dalam waktu yang bersamaan tim yang lain juga 2 pelaku lagi di Cikampek berarti semua jadi 4," kata Muhammad Taufik dalam Konfrensi persnya di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/4).

Lebih lanjut Taufik juga menjelaskan bahwa untuk tersangka 'UK' ini berkaitan dengan pengungkapan 'AM' yang di NTB. Jadi dia, kata Taufik ada keterlibatan menyembunyikan DPO atas nama 'KN' yang sudah ditangkap 13 april lalu di Bima, NTB.

"Itu dia juga keterlibatan pengiriman amunisi ke Medan. sedangkan untuk 'AM' perannya sebagai pencari dana yang melakukan kegiatan di Kali Asin Cikampek. Demikian juga dengan 'HI' dan 'ES' itu peran dia sebagai pencari dana," paparnya.

Oleh karena itu, Taufik menjelaskan, untuk mengungkap terang jaringan teroris ini, pihak Densus 88 masih melakukan investigasi dan pemeriksaan secara intensif, untuk perkembangan kasus yang berkaitan dengan kegiatan teroris ini. (li/han)

Sebelumnya,  KN  alias Kamal alias Abdul alias Hamid (31) , satu dari dua terduga teroris yang dibekuk Densus 88 Polri di Jalan Bougenville depan Masjid Raya Bima, Kampung  Tolomundu, Kelurahan Pane, Kecamatan Rasane Barat,  Bima, Nusa Tenggara Barat  pada  Jumat  (13/4) sekitar pukul 15.15 wita terlibat aksi teror CIMB Medan Sumatera Utara.

" KN  alias Kamal alias Abdul alias Hamid  terlibat  Terlibat teror CIMB Medan Sumatera Utara," jelas Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (14/4) malam.

Pria kelahiran Majalengka 8 Maret 1981 itu, katanya lagi,  juga DPO kasus pelatihan teroror di Aceh dan  terlibat aksi perampokan di Puwakarta Jawa Barat beberapa watu lalu.

Sedangkan Drg YNI satu terduga lagi, katanya, berperan menyembunyikan KN di rumahnya di  Jalan Datuk Dibanta No 32 Kota Bima. "Perannya menyembunyikan KN selama pengejaran Densus 88," ujarnya.

Kini, lanjutnya, pria berumur 46 tahun tersebut dan KN dibawa ke Jakarta  untuk dilakukan pemeriksaan intensif oleh Densus 88 Polri. (joy)